Lahan Belukar Seluas 1 Hektare Terbakar di Miau Baru, Petugas Lakukan Pemadaman hingga Malam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terlihat tim gabungan saat melakukan pemadaman api di hutan Kecamatan Kongbeng. (Foto: Dok.Polres Kutim)
Terlihat tim gabungan saat melakukan pemadaman api di hutan Kecamatan Kongbeng. (Foto: Dok.Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lahan Belukar Seluas 1 Hektare Terbakar di Miau Baru, Petugas Lakukan Pemadaman hingga Malam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Terlihat tim gabungan saat melakukan pemadaman api di hutan Kecamatan Kongbeng. (Foto: Dok.Polres Kutim)
Terlihat tim gabungan saat melakukan pemadaman api di hutan Kecamatan Kongbeng. (Foto: Dok.Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lahan Belukar Seluas 1 Hektare Terbakar di Miau Baru, Petugas Lakukan Pemadaman hingga Malam 

Terlihat tim gabungan saat melakukan pemadaman api di hutan Kecamatan Kongbeng. (Foto: Dok.Polres Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Kebakaran lahan belukar terjadi di kawasan Gunung Gajah, Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutim, Rabu (9/9/2026) sore. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare.

Titik api ditemukan petugas saat patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekitar pukul 16.00 WITA. 

Petugas kemudian menuju lokasi bersama personel Polsek Kongbeng, dua personel BKO Brimob Polda Kaltim, BPBD, serta tim Damkar DSN.

Kapolsek Kongbeng, IPTU Adryansah mengatakan, proses pemadaman berlangsung mulai pukul 17.30 hingga 20.30 WITA.

“Dalam pelaksanaan patroli, tim menemukan lokasi lahan yang terbakar di wilayah Gunung Gajah, Desa Miau Baru. Setelah mengetahui adanya titik api, kami bersama tim terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Adryansah, Kamis (10/09/2026).

Menurutnya, sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah bagian lahan sulit dijangkau petugas sehingga dibuat sekat api untuk mencegah kobaran meluas.

“Sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan. Untuk titik yang berada di areal yang tidak terjangkau, kami membuat sekat api agar kebakaran tidak meluas,” ujarnya.

Menurut pengakuan Adryansah, petugas pun kembali melakukan pendinginan pada Kamis (10/9/2026). Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Pendinginan akan dilanjutkan besok dan lokasi tetap kami lakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” katanya.

Hingga proses pemadaman selesai, belum disebutkan penyebab kebakaran lahan tersebut.