Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Dampak kemarau kini semakin dirasakan oleh Kota Samarinda. Selain kebakaran lahan yang terus terjadi, kini intrusi air laut juga mulai menghantui pasokan air baku di Kota Tepian.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meminimalkan dampak. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berharap hujan segera membasahi Kota Tepian agar kadar klorida di Sungai Mahakam menurun sehingga produksi air baku dapat berjalan normal.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar salat Istisqa di halaman parkir Balai Kota Samarinda, Jumat (11/9/2026) pagi tadi.
Salat tersebut menjadi salah satu ikhtiar pemerintah di tengah kemarau panjang yang masih melanda Samarinda.
Andi Harun mengatakan berbagai upaya penanganan dampak kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilakukan melalui kolaborasi pemerintah bersama TNI-Polri, masyarakat dan relawan.
Namun, menurutnya, upaya tersebut perlu dilengkapi dengan doa agar hujan segera turun. “Kita harus mengetuk pintu langit karena hujan adalah salah satu yang kita tunggu,” ucap Andi Harun.
Ia berharap hujan yang turun nantinya dapat menjadi hujan yang penuh berkah sehingga berbagai persoalan akibat kemarau dapat segera teratasi, mulai dari karhutla hingga intrusi air laut.
Sebagaimana diketahui, kini sudah terdapat 10 IPA yang jam operasional produksi air bakunya mengalami penurunan akibat intrusi air laut.
“Hanya berharap kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau hujan turun yang penuh barokah, maka masalah karhutla, intrusi air dan lain-lain itu akan teratasi secara sempurna dan permanen,” ujarnya.
Berbagai langkah penanganan juga telah dilakukan Pemkot Samarinda selama kemarau, mulai dari distribusi air bersih bagi wilayah terdampak, menjaga ketersediaan dan harga kebutuhan pokok hingga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Hingga 8 September 2026, Pemkot Samarinda mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran lahan dengan luas area terbakar lebih dari 278 hektare.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan selama kondisi cuaca masih panas dan hujan belum turun.
“Masyarakat tolong jangan bakar-bakar. Saat ini jangan membakar lahan, walaupun lahannya sendiri. Jangan membakar,” tegas Saefuddin.
Menurutnya, pembakaran lahan dapat berdampak lebih luas apabila api tidak mampu dikendalikan dan merembet ke lahan maupun lingkungan sekitar.
Ia pun meminta masyarakat bersama perangkat di tingkat RT, kelurahan hingga kecamatan ikut mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.
“Cuaca kita sudah panas, hujan juga belum ada titik terang. Maka itu, kita harus berhati-hati untuk tidak membakar lahan secara sembarangan,” pungkasnya.


