Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Polresta Balikpapan memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Upaya pencegahan dilakukan dengan mengerahkan satuan tugas gabungan bersama tiga pilar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di tingkat kelurahan serta masyarakat untuk turun langsung ke lapangan.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan deteksi dini terhadap potensi karhutla sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Kita terus menggelorakan kegiatan imbauan pencegahan terhadap potensi pelanggaran karhutla di Kota Balikpapan. Mari kita tingkatkan deteksi dini terhadap kerawanan dan potensi yang mungkin timbul di saat musim panas panca roba El Nino seperti saat ini," kata Kombes Pol Jerrold.
Menurutnya, salah satu fokus utama pencegahan adalah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk kepentingan pribadi maupun di kawasan usaha atau korporasi.
Imbauan tersebut mengacu pada maklumat Kapolda Kaltim, Kapolresta Balikpapan dan Wali Kota Balikpapan yang mengatur larangan pembakaran lahan sekaligus ancaman pidana bagi pihak yang melanggarnya.
Selain pencegahan karhutla, petugas juga mengingatkan masyarakat di kawasan permukiman untuk lebih bijak menggunakan listrik dan air bersih selama musim kemarau.
Bhabinkamtibmas Sepinggan, Aiptu Sutantoro mengatakan penggunaan listrik perlu diperhatikan untuk mencegah potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Sementara penggunaan air bersih juga perlu dilakukan secara bijak mengingat ketersediaan air dapat terbatas selama musim kemarau.
"Jangan abai. Batasi dan waspada penggunaan listrik serta gunakan air bersih secukupnya agar tidak terjadi pemborosan selama musim kemarau berlangsung," ujarnya.
Polresta Balikpapan juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu karhutla.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Polresta Balikpapan memastikan kegiatan pencegahan, penanganan hingga proses pendinginan terhadap potensi kebakaran terus dilakukan bersama unsur terkait dan masyarakat.


