Pemkot Bontang Siapkan Lahan Seluas 4 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Butuh Rp2 Miliar untuk Persiapan Lahan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Bontang Siapkan Lahan Seluas 4 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Butuh Rp2 Miliar untuk Persiapan Lahan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Bontang Siapkan Lahan Seluas 4 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Butuh Rp2 Miliar untuk Persiapan Lahan

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bontang memasuki tahap persiapan lahan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyiapkan area seluas 4 hektare, namun proses pematangan lahan menghadapi tantangan teknis sekaligus kebutuhan anggaran yang cukup besar.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan persiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting yang harus segera dituntaskan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Lahan Sekolah Rakyat Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang. Rapat melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta perwakilan dunia usaha.

“Kami ingin program ini segera terealisasi. Dukungan dan kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar persiapan lahan bisa berjalan cepat dan sesuai target,” ujar Agus Haris, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, lahan yang telah disiapkan pemerintah memiliki kondisi kontur yang cukup menantang. Untuk mematangkan area tersebut, diperlukan pekerjaan cut and fill dengan volume pemindahan tanah mencapai sekitar 41 ribu meter kubik.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan biaya persiapan lahan diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Pemkot Bontang pun tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari pemerintah daerah, tetapi membuka peluang keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Bentuk dukungan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari penyediaan alat berat, pasokan bahan bakar minyak (BBM), hingga dukungan tenaga ahli untuk membantu proses pematangan lahan.

Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat realisasi program pendidikan yang merupakan prioritas pemerintah pusat.

Sejumlah pihak korporasi disebut telah memberikan respons positif terhadap rencana tersebut. Saat ini, perusahaan masih menunggu proposal teknis resmi dari Pemkot Bontang sebagai dasar untuk menindaklanjuti dukungan di lapangan.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik pematangan lahan ditargetkan mulai bergulir pada Oktober 2026.

Data Calon Siswa Ikut Dimutakhirkan

Selain persoalan lahan, Pemkot Bontang juga menempatkan validasi data sebagai bagian penting dalam persiapan Sekolah Rakyat. Pemerintah memastikan program tersebut nantinya menyasar calon siswa yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan program.

Dalam rapat koordinasi, tercatat sebanyak 4.052 calon siswa telah masuk dalam pendataan. Dari jumlah tersebut, Pemkot Bontang melakukan pemutakhiran terhadap 263 data melalui proses verifikasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Pemutakhiran data dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan administrasi sekaligus memastikan hak masyarakat dapat terakomodasi secara tepat sasaran.

Agus menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berbicara mengenai kesiapan bangunan dan lahan. Persiapan juga harus mencakup aspek administrasi, tenaga pendidik, hingga kebutuhan operasional dalam jangka panjang.

Karena itu, koordinasi lintas OPD dan dunia usaha terus diperkuat. Pemkot Bontang berharap seluruh unsur dapat mengambil peran sehingga Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan dan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan lahan 4 hektare yang disiapkan, dukungan dunia usaha melalui CSR, serta pemutakhiran data calon siswa, pemerintah daerah kini berupaya memastikan seluruh fondasi program tersebut siap sebelum memasuki tahapan pembangunan fisik.