Penjualan Rumah Balikpapan Masih Tertekan, 72 Persen Pembelian Mengandalkan KPR

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu perumahan di Balikpapan. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Salah satu perumahan di Balikpapan. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Penjualan Rumah Balikpapan Masih Tertekan, 72 Persen Pembelian Mengandalkan KPR

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu perumahan di Balikpapan. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Salah satu perumahan di Balikpapan. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Penjualan Rumah Balikpapan Masih Tertekan, 72 Persen Pembelian Mengandalkan KPR

Salah satu perumahan di Balikpapan. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Penjualan rumah baru di Balikpapan mulai menunjukkan perbaikan pada triwulan II 2026, tapi permintaannya masih tertekan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kondisi ini tercermin dari penjualan rumah baru yang masih turun 50,66 persen secara tahunan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR), sebanyak 75 unit rumah baru terjual dari 30 pengembang sepanjang triwulan II 2026. 

Angka tersebut sedikit membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 72 unit, meski secara tahunan masih mengalami penurunan signifikan.

Perbaikan terutama terlihat pada penjualan rumah tipe kecil dan besar yang masing-masing mencatat penurunan tahunan sebesar 53,57 persen dan 38,46 persen. 

Sementara penjualan tipe menengah justru turun lebih dalam hingga 52,38 persen secara tahunan. Secara kuartalan, tipe kecil dan menengah masing-masing tumbuh 8,3 persen dan 17,6 persen.

"Permintaan masih cenderung terbatas," kata Robi dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026). 

Di tengah kondisi tersebut, rumah tipe kecil masih menjadi pilihan utama masyarakat Balikpapan. Komposisi penjualan didominasi tipe kecil sebesar 52 persen, disusul tipe menengah 27 persen dan tipe besar 21 persen. 

Kondisi ini menunjukkan konsumen cenderung memilih hunian dengan harga yang lebih terjangkau.

Dari sisi harga, kenaikan rumah baru juga masih terbatas. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan II 2026 tercatat 107,58 atau tumbuh 1,19 persen secara tahunan, melandai dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,44 persen. 

Kenaikan harga antara lain dipengaruhi meningkatnya biaya bahan bangunan dan tenaga kerja.

Sementara itu, sebanyak 72 persen pembelian rumah baru dilakukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Penyaluran KPR di Balikpapan mencapai Rp5,01 triliun atau tumbuh 2,27 persen secara tahunan. 

BI juga mencatat kualitas pembiayaan masih terjaga dengan tingkat kredit macet (NPL) di bawah 5 persen. 

Di sisi lain, harga properti komersial relatif stabil dengan IHPK 105,70 atau turun tipis 0,02 persen secara tahunan, seiring aktivitas hilirisasi industri, konstruksi IKN, revamp Kilang Pertamina Balikpapan, serta kegiatan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) yang menopang permintaan properti komersial.