Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Workshop Relasi Media bertema meningkatkan profesionalitas jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Sebanyak 12 peserta yang terbagi dalam dua kelas jenjang muda dan menjalani rangkaian pengujian selama dua hari, 12–13 September 2026.
Pelaksanaan UKW ini menjadi bagian dari upaya PWI meningkatkan kapasitas sekaligus memastikan wartawan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesi jurnalistik.
Ketua PWI Kabupaten Berau, Yudi Perdana mengatakan pelaksanaan Workshop ini menjadi momentum penting bagi wartawan untuk mengukur kemampuan yang selama ini telah diterapkan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, pengalaman bekerja sebagai wartawan saja belum cukup. Seorang wartawan perlu terus mengasah kemampuan, memahami kode etik jurnalistik, serta mampu menjalankan proses pemberitaan sesuai standar yang berlaku.
“UKW bukan sekadar sertifikat, tetapi bukti profesionalisme wartawan,” tegas Yudi.
Tantangan wartawan saat ini semakin kompleks. Perkembangan media digital membuat informasi dapat tersebar dengan sangat cepat, sehingga wartawan dituntut tidak hanya mampu menghasilkan berita, tetapi juga memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses verifikasi.
“Di tengah derasnya informasi, wartawan harus mampu memilah fakta dan isu. Di situlah kompetensi dibutuhkan,” katanya.
Yudi berharap 12 peserta yang mengikuti UKW dapat menjadikan proses pengujian tersebut sebagai pengalaman untuk meningkatkan kualitas kerja masing-masing.
Terlebih, kata dia, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang menjadi konsumsi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas setelah mengikuti UKW. Menurutnya, kompetensi yang telah diuji harus dibuktikan melalui karya jurnalistik sehari-hari.
“Setelah dinyatakan kompeten, tantangannya justru dimulai. Sertifikat itu harus dibuktikan dengan karya, dengan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Bidang Organisasi PWI Provinsi Kalimantan Timur, Wiwid Marhaendra, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Menurutnya, wartawan perlu terus mengasah kemampuan agar mampu menghasilkan pemberitaan yang berkualitas dan dapat dipercaya masyarakat.
Ia menyebut workshop menjadi salah satu ruang penting bagi wartawan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan jurnalistik.
Tidak hanya soal kemampuan menulis, wartawan juga dituntut mampu menggali informasi, melakukan wawancara, memeriksa fakta, serta menyajikan berita secara berimbang.
“Wartawan harus mampu membedakan mana fakta, mana informasi yang perlu dikonfirmasi, dan mana yang masih sebatas isu.” kata Wiwid.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi juga membuat tantangan kerja jurnalistik semakin besar.
Untuk itu, wartawan harus memiliki kemampuan verifikasi yang kuat agar tidak sekadar menjadi pihak yang paling cepat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memberikan konteks yang benar kepada pembaca.
“Kecepatan memang penting, tetapi akurasi jauh lebih penting. Jangan sampai karena ingin menjadi yang pertama memberitakan, proses verifikasi justru dilewati,” ujarnya.
Wiwid berharap materi yang diperoleh selama workshop tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.
Ia menilai peningkatan kompetensi harus menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam menjaga kualitas pers.
Terkait pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Wiwid menilai kegiatan tersebut merupakan salah satu instrumen untuk mengukur sekaligus meningkatkan kompetensi wartawan.
UKW juga dapat menjadi ruang evaluasi agar wartawan mengetahui kemampuan yang telah dikuasai dan aspek yang masih perlu diperbaiki.
Ia berharap peserta tidak memandang UKW sekadar sebagai tahapan administratif, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.


