Puluhan Hektare Lahan di Desa Tengin Baru Terbakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekitar 20 hektare lahan terbakar di Desa Tengin Baru, kawasan Ibu Kota Nusantara. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).
Sekitar 20 hektare lahan terbakar di Desa Tengin Baru, kawasan Ibu Kota Nusantara. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Puluhan Hektare Lahan di Desa Tengin Baru Terbakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekitar 20 hektare lahan terbakar di Desa Tengin Baru, kawasan Ibu Kota Nusantara. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).
Sekitar 20 hektare lahan terbakar di Desa Tengin Baru, kawasan Ibu Kota Nusantara. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Puluhan Hektare Lahan di Desa Tengin Baru Terbakar

Sekitar 20 hektare lahan terbakar di Desa Tengin Baru, kawasan Ibu Kota Nusantara. (Foto: Pusdalops BPBD PPU).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat sekitar 20 Hektare (Ha) lahan yang terbakar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, PPU. 

Kepala BPBD PPU, Nurlaila mengatakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Desa Tengin Baru pada Jumat (11/9/2026) sekitar Pukul 14.40 WITA.

Tim gabungan dari BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Koramil Sepaku, Polsek Sepaku, serta PT Agro Indomas menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran, tiga unit mesin pompa portable dan satu unit fleksibel tank. 

Tim gabungan berjibaku memadamkan kobaran api hingga malam. Seluruh kobaran api di titik kebakaran lahan berhasil ditanggulangi. 

Kemudian pemadaman hari kedua ini dilanjutkan lantaran masih ada asap di beberapa titik. “Kebakaran lahan di Desa Tengin Baru dilanjutkan hari ini, karena secara hasil pantauan masih terdapat titik asap. Jadi, hari ini dilanjutkan untuk pendinginan,” katanya, Sabtu (12/9/2026). 

Nurlaila mengungkapkan, lahan terbakar seluas 20 Ha di Desa Tengin Baru merupakan lahan gambut tipis yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. 

“Material yang terbakar gambut tipis, semak belukar dan pepohonan. Hari kedua penanganan ini fokus menyisir sisa bara api dan beberapa titik masih ada muncul asap,” terangnya. 

Ia meminta seluruh masyarakat Benuo Taka untuk turut serta melakukan pencegahan karhutla. 

“Warga diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat besar terhadap kelestarian lingkungan. Apalagi kondisi kemarau, api akan cepat menjalar,” pungkasnya.