Fasilitas Pendidikan Inklusi Belum Merata di Kutim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Fasilitas Pendidikan Inklusi Belum Merata di Kutim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Fasilitas Pendidikan Inklusi Belum Merata di Kutim

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Dukungan fasilitas bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah umum Kabupaten Kutim belum sepenuhnya merata.

Sejumlah sekolah telah menyediakan sarana pendukung pendidikan inklusi, sementara sekolah lainnya masih menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono mengatakan ketersediaan fasilitas inklusi di setiap sekolah memang berbeda. 

Salah satu faktornya adalah keberadaan siswa penyandang disabilitas di masing-masing satuan pendidikan.

“Sebagian sudah, sebagian belum. Sebab kita ketahui juga memang inklusi ini kan tidak semua sekolah ada anak-anak difabelnya,” kata Mulyono.

Menurut dia, fasilitas yang diperlukan untuk menunjang aktivitas belajar siswa berkebutuhan khusus di antaranya toilet yang ramah disabilitas, kursi roda, tongkat dan sejumlah sarana pendukung lainnya.

Sebab, Pengadaan fasilitas tersebut dapat dilakukan sekolah melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

“Biasanya itu terkait dengan toilet, kursi roda, tongkat dan lain-lainnya. Itu bisa dari BOS maupun BOSDA,” ujarnya.

Namun, apabila kebutuhan sarana di suatu sekolah tergolong besar, maka Disdikbud Kutim membuka kemungkinan memberikan dukungan secara langsung.

“Kalau kita memang ada sekolah yang sangat besar, nanti juga tidak menutup kemungkinan dari Dinas Pendidikan akan memenuhinya,” ucap Mulyono.

Mulyono juga menyebut sejumlah sekolah di Kutim, baik jenjang SD maupun SMP telah memiliki fasilitas yang mendukung pelaksanaan pendidikan inklusi.

Salah satunya SMP Negeri 1 Sangatta. Selain memperoleh akses pendidikan, siswa berkebutuhan khusus di sekolah tersebut juga diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan dan menunjukkan keterampilan yang dimiliki.

“Pada saat acara wisuda atau kelulusan itu kan bisa ditampilkan juga, termasuk menampilkan anak-anak yang berkebutuhan khusus tadi. Mereka juga punya keterampilan,” pungkasnya.