Neni Bicara Kondisi APBD Bontang di Hadapan Warga, Program Sosial Tetap Jadi Prioritas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Neni Bicara Kondisi APBD Bontang di Hadapan Warga, Program Sosial Tetap Jadi Prioritas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Neni Bicara Kondisi APBD Bontang di Hadapan Warga, Program Sosial Tetap Jadi Prioritas

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni tampak serius saat menyampaikan sejumlah pesan kepada warga dalam kegiatan “Bontang Lestari Bersholawat” di Halaman Kantor Lurah Bontang Lestari, Sabtu (12/9/2026) malam.

Mengenakan busana bernuansa gelap dan kerudung hitam, Neni terlihat aktif berbicara di hadapan jemaah. Satu tangannya menggenggam mikrofon, sementara tangan lainnya terangkat ketika menjelaskan kondisi dan kebijakan pemerintah daerah.

Di tengah suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Neni menyampaikan kondisi keuangan Kota Bontang yang tengah menghadapi tekanan akibat penurunan dana transfer dan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sumber daya alam.

Ia mengungkapkan, penyesuaian tersebut berdampak signifikan terhadap postur APBD Bontang. Anggaran yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3 triliun kini harus disesuaikan menjadi sekitar Rp1,5 triliun.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Neni menegaskan pemerintah tidak akan mengorbankan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Meskipun APBD Kota Bontang mengalami penyesuaian dari Rp3 triliun menjadi Rp1,5 triliun akibat penurunan dana transfer dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor sumber daya alam, Pemerintah Kota Bontang tetap berkomitmen menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama,” jelas Neni.

Sejumlah program perlindungan sosial tetap dipastikan berjalan. Di antaranya insentif Rp2 juta per bulan bagi tokoh agama lintas iman, insentif kader posyandu sebesar Rp1 juta per bulan, serta bantuan tunai Rp300 ribu bagi kelompok rentan yang tercatat dalam DTKS.

Selain persoalan anggaran, Neni juga mengapresiasi kegiatan keagamaan yang telah berlangsung selama 41 hari berturut-turut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga kebersamaan dan kondusivitas di Kota Bontang.

Dalam kesempatan tersebut, Neni turut mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mendampingi anak-anak di tengah perkembangan teknologi. Ia meminta keluarga ikut berperan mencegah pengaruh negatif gawai maupun pergaulan yang dapat mengganggu perkembangan generasi muda.

Dari ekspresinya yang serius saat menyampaikan pesan, Neni tampak menaruh perhatian pada dua hal sekaligus: menjaga keberlangsungan program yang menyentuh masyarakat dan memastikan generasi muda tetap mendapat pendampingan di tengah perubahan zaman.

Namun, Neni tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Ia meninggalkan lokasi lebih awal untuk menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang terkait APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Ia pun mengajak masyarakat terus menjaga persatuan dan bersama-sama mendukung pembangunan Kota Bontang.