Pembangunan Teras Samarinda 2 Terganggu Longsor, Area Hulu-Hilir Dikosongkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kawasan turap longsor yang terjadi di sekitar Teras Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kawasan turap longsor yang terjadi di sekitar Teras Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pembangunan Teras Samarinda 2 Terganggu Longsor, Area Hulu-Hilir Dikosongkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kawasan turap longsor yang terjadi di sekitar Teras Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kawasan turap longsor yang terjadi di sekitar Teras Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pembangunan Teras Samarinda 2 Terganggu Longsor, Area Hulu-Hilir Dikosongkan

Kawasan turap longsor yang terjadi di sekitar Teras Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Longsor turap tepian Sungai Mahakam sepanjang sekitar 50 meter di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Kota, mengganggu pekerjaan pembangunan Teras Samarinda 2 Segmen 1.

Lokasi longsor yang berada tepat di samping Intake Gajah Mada Perumda Tirta Kencana itu kini disterilkan dari aktivitas pekerjaan. Area sekitar 50 meter ke arah hulu dan 50 meter ke arah hilir dari titik longsor juga dikosongkan sementara.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan waktu bagi kondisi tanah mencapai kestabilan sebelum penanganan permanen ditentukan.

“Kalau tidak segera ditangani khawatir terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Neneng baru-baru ini. 

Penanganan longsor tersebut telah dibahas dalam dua kali rapat yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya Dinas PUPR Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-Pera) Kaltim, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.

Neneng menyebut, kondisi lokasi cukup kompleks karena terdapat pipa Perumda Tirta Kencana, pembangunan jembatan pejalan kaki di atas sungai, serta akses Jalan Gajah Mada yang masih digunakan.

Pemkot bersama tim gabungan masih melakukan kajian untuk menentukan metode penanganan yang tepat. Sebab, penanganan permanen belum dapat dilakukan sebelum kondisi pergerakan tanah benar-benar stabil.

Berdasarkan penelusuran aset, turap lama di lokasi yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun tersebut tidak tercatat sebagai aset Pemkot Samarinda maupun Pemprov Kaltim.

“Makanya kita koordinasi dengan BWS Kalimantan IV dan BBPJN,” katanya.

Sebagai penanganan awal, tim PUPR telah melakukan pemantauan dan kajian cepat. Salah satu rekomendasi sementara yakni menutup area longsor menggunakan terpal.

Pemkot juga menyiapkan langkah pengamanan terhadap bagian konstruksi yang dikhawatirkan berdampak pada pipa Perumda Tirta Kencana. Beberapa pohon di sekitar lokasi turut dipotong sebagai bagian dari upaya pengamanan.

Sementara itu, pembangunan Teras Samarinda 2 Segmen 1 pada area yang terdampak dihentikan sementara. BWS meminta area sekitar 50 meter ke arah hulu dan 50 meter ke arah hilir dari titik longsor disterilkan.

“Ini juga kami sampaikan ke pelaksana, lewat tim Dinas PUPR Samarinda,” singkatnya.

Neneng mengatakan, pergerakan tanah di lokasi saat ini mulai berkurang dan mengarah pada kestabilan. Namun, Pemkot Samarinda belum menetapkan waktu pasti untuk penanganan permanen.

Untuk pekerjaan Teras Samarinda 2 yang terdampak, Pemkot Samarinda akan berkoordinasi dengan pelaksana untuk mengalihkan item pekerjaan ke segmen lain yang masih memungkinkan dikerjakan sembari menunggu hasil kajian.

“Yang pasti area terdampaknya kami amankan dulu agar tidak semakin meluas,” pungkasnya.