Kemarau Panjang Ancam Panen Petani Kukar, Stok Beras di Bulog Masih Aman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi sawah di wilayah kukar. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kondisi sawah di wilayah kukar. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemarau Panjang Ancam Panen Petani Kukar, Stok Beras di Bulog Masih Aman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi sawah di wilayah kukar. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kondisi sawah di wilayah kukar. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kemarau Panjang Ancam Panen Petani Kukar, Stok Beras di Bulog Masih Aman

Kondisi sawah di wilayah kukar. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Kemarau panjang mulai memberi tekanan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah lahan pertanian dilaporkan mengalami kekeringan hingga berpotensi menyebabkan petani gagal panen.

Kondisi tersebut telah ditemukan di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Tenggarong, Loa Janan dan Loa Kulu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini melakukan pendataan untuk memastikan jumlah petani serta luas lahan yang terdampak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan silang terhadap laporan yang masuk dari sejumlah kecamatan.

“Kalau untuk ketersediaan kita masih aman sampai akhir tahun. Kemudian cadangan pangan pemerintah juga masih lumayan besar stok kita,” kata Ananias.

Menurutnya, meski ancaman gagal panen mulai muncul, kondisi stok pangan Kukar masih dalam keadaan aman. Saat ini, stok beras yang tersedia di Bulog mencapai sekitar 280 ton.

Pemerintah juga berupaya menyelamatkan tanaman yang masih memungkinkan untuk dipertahankan agar tidak mengalami kerusakan akibat kekurangan air.

Namun, apabila gagal panen tidak dapat dihindari, Pemkab Kukar telah menyiapkan langkah intervensi berupa bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak.

Ananias menjelaskan, sebelum bantuan disalurkan, pemerintah terlebih dahulu melakukan verifikasi penerima secara by name by address. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah warga yang terdampak sekaligus menghitung kebutuhan bantuan.

“Kalau penyaluran, yang verifikasi satu-dua hari ini, dalam minggu ini akan kita salurkan. Kalau sudah final datanya, kita salurkan,” ujarnya.

Berdasarkan ketentuan dalam peraturan daerah yang menjadi acuan, bantuan pangan diberikan selama 60 hari. Setiap warga yang memenuhi kriteria mendapat alokasi 300 gram beras per hari.

Artinya, dalam periode dua bulan, setiap jiwa akan memperoleh total 18 kilogram beras.

Ananias menegaskan, bantuan tidak hanya diberikan apabila gagal panen terjadi dalam skala besar. Warga yang terdampak meskipun jumlahnya hanya satu atau dua jiwa tetap akan masuk dalam skema intervensi pemerintah.

Bantuan tersebut juga tidak terbatas pada petani padi. Komoditas pertanian lainnya yang mengalami gagal panen akibat kondisi kemarau turut menjadi perhatian pemerintah.

“Harapannya gagal panen bisa kita minimalkan. Tetapi kalau memang ada gagal panen tetap kita lakukan intervensi,” pungkasnya.