Dinkes Samarinda Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan Selama Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes Samarinda Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan Selama Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinkes Samarinda Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan Selama Kemarau

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak terlalu penting selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan panas dan kondisi udara yang berpotensi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismid Kusasih mengatakan, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta memperhatikan durasi paparan serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kalau memang tidak terlalu penting, ya mengurangi aktivitas di luar. Kalau memang harus bekerja di luar, waktu paparannya (perlu diperhatikan),” ujar Ismid baru-baru ini. 

Selain mengurangi paparan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan perlindungan seperti masker dan topi saat beraktivitas di luar ruangan.

Menurut Ismid, kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan perlu ditingkatkan seiring adanya kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Samarinda.

Ia menyebut, kasus ISPA mengalami peningkatan sepanjang Agustus jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Kenaikannya mencapai sekitar 20 persen dibandingkan kasus pada Juni dan Juli.

Sementara memasuki September, pemantauan kasus ISPA dari hari ke hari masih berada pada kondisi yang relatif sama dengan Agustus. Karena itu, Dinkes menilai kondisi tersebut masih dalam batas terkendali meski terdapat peningkatan.

Selain ISPA, Dinkes Samarinda juga mewaspadai dampak keterbatasan air bersih akibat intrusi air laut ke Sungai Mahakam. Kondisi tersebut berpotensi membatasi produksi air bersih Perumda Tirta Kencana.

Keterbatasan air bersih juga perlu diperhatikan dari sisi kesehatan, terutama untuk kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK).

Dinkes turut memantau kasus diare yang berkaitan dengan kondisi keterbatasan air bersih. Namun, hingga saat ini peningkatannya belum terlihat signifikan.

Dinkes Samarinda sendiri menjadi bagian dari Satuan Tugas Penanganan Bencana Kekeringan. Dalam penanganan kondisi tersebut, Dinkes berfokus pada aspek kesehatan dan mengikuti arahan dalam satu komando penanganan bencana.

Untuk kebutuhan logistik seperti bahan habis pakai, Ismid menyebut persediaan Dinkes saat ini masih mencukupi. Dinkes juga mendapat informasi dari Kementerian Kesehatan terkait dukungan bahan habis pakai, termasuk masker, bagi daerah yang terdampak.

“Kalau untuk diare ini, di bulan ini masih rata, masih sama. Kalaupun meningkat belum terlalu signifikan,” pungkasnya.