Program NGALIR Diluncurkan, Pemkot Bontang Perkuat Mutu Baca Al-Qur’an Guru dan Siswa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Launching Program NGALIR (Ngaji Lancar Imbu Bersinar). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Launching Program NGALIR (Ngaji Lancar Imbu Bersinar). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program NGALIR Diluncurkan, Pemkot Bontang Perkuat Mutu Baca Al-Qur’an Guru dan Siswa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Launching Program NGALIR (Ngaji Lancar Imbu Bersinar). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Launching Program NGALIR (Ngaji Lancar Imbu Bersinar). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Program NGALIR Diluncurkan, Pemkot Bontang Perkuat Mutu Baca Al-Qur’an Guru dan Siswa

Launching Program NGALIR (Ngaji Lancar Imbu Bersinar). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperkuat literasi keagamaan di lingkungan sekolah dasar melalui peluncuran program NGALIR (Ngaji Lancar Imbu Bersinar), Senin (14/9/2026).

Program yang digagas Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Kota Bontang tersebut secara khusus diarahkan untuk meningkatkan mutu baca Al-Qur’an guru PAI dan murid SD se-Kota Bontang.

Peluncuran NGALIR berlangsung di Ruang Auditorium Tiga Dimensi Kota Bontang dan dihadiri seluruh kepala sekolah SD Negeri se-Kota Bontang. Program tersebut resmi diluncurkan oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang disampaikan Wakil Wali Kota Agus Haris, ditegaskan bahwa pendidikan agama dan pembentukan karakter merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban kota serta menyiapkan generasi yang berakhlak mulia.

Karena itu, penguatan literasi keagamaan, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an, dinilai tidak cukup dilakukan secara sporadis, tetapi membutuhkan pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.

Data Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Kementerian Agama pada November 2025 menjadi salah satu dasar lahirnya program tersebut. Secara nasional, kemampuan membaca Al-Qur’an guru PAI tingkat dasar masih membutuhkan penguatan.

Sementara hasil pemetaan di Kota Bontang menunjukkan capaian yang relatif lebih baik. Ketua KKG PAI SD Kota Bontang, Asnawi, menyampaikan dari pemetaan yang dilakukan, sebanyak 15 persen guru berada pada level pratama, 28 persen pada level madya, dan 57 persen berada pada level mahir.

Angka tersebut menunjukkan mayoritas guru PAI di Bontang telah berada pada level mahir. Kondisi ini berbeda dengan capaian nasional yang mencatat sekitar 11,30 persen guru berada pada level mahir, sementara lebih dari separuh masih berada pada level pratama dan sekitar 27,51 persen membutuhkan intervensi khusus.

"Program ini lahir dari hasil data literasi agama untuk guru PAI se-Indonesia. Untuk wilayah Kota Bontang, berdasarkan lima sekolah yang kami asesmen, hasilnya menunjukkan kondisi yang perlu terus kita tingkatkan," ujar Asnawi.

Tak hanya menyasar guru, NGALIR juga diarahkan untuk memastikan kemampuan baca Al-Qur’an siswa terus berkembang. Berdasarkan pemetaan di Bontang, sekitar 85 persen siswa SD telah berada pada level madya dan mahir. Sedangkan 15 persen lainnya masih berada pada level dasar sehingga membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Pada peluncuran tersebut, sejumlah siswa SD juga memperagakan kemampuan membaca Al-Qur’an. Mereka merupakan sampel dari dua SD Negeri dan tiga SD swasta di Kota Bontang.

Demonstrasi itu sekaligus menjadi gambaran awal kemampuan literasi Al-Qur’an siswa sekaligus bagian dari rangkaian peluncuran NGALIR.

Melalui program tersebut, Pemkot Bontang mendorong pelaksanaan tahsin secara rutin bagi guru PAI. Perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an nantinya dievaluasi setiap semester melalui rapor peningkatan mutu baca Al-Qur’an.

Asnawi berharap NGALIR tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi dapat diterapkan secara konsisten di sekolah-sekolah.

"Mudah-mudahan program kita berjalan dengan baik dan membawa keberkahan. Harapan kami agar program ini bisa diterapkan untuk anak-anak di Kota Bontang," pungkasnya.