Banner ADV

Di Momen HUT ke-73 Berau, Bupati Bahas Karhutla hingga Arah Pembangunan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca2205 kali dibaca
Bupati Berau saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati Berau saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Di Momen HUT ke-73 Berau, Bupati Bahas Karhutla hingga Arah Pembangunan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca2205 kali dibaca
Bupati Berau saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Bupati Berau saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Di Momen HUT ke-73 Berau, Bupati Bahas Karhutla hingga Arah Pembangunan

2205
Bupati Berau saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Berau untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi menghadapi berbagai tantangan daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb, yang digelar di Gedung DPRD Berau, Senin (14/9/2026).

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih menyoroti kondisi kemarau panjang yang sempat meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di sejumlah wilayah Berau. Ia menyebut, pada 29 Agustus 2026 jumlah hotspot sempat mencapai 779 titik dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur.

Namun, kondisi tersebut mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data BMKG Kaltim per 9 September 2026, hotspot di Berau turun menjadi 50 titik. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta seluruh unsur dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi kemarau masih berpotensi memunculkan titik api. 

“Berau adalah rumah kita bersama, maka mari kita jaga bersama,” ujar Sri Juniarsih.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran, melaporkan titik api, serta menjaga suasana tetap kondusif.

Ppemerintah telah mengambil sejumlah langkah perlindungan masyarakat ketika kualitas udara memburuk, termasuk menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi anak-anak serta mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Memasuki usia 73 tahun, Sri Juniarsih menyampaikan bahwa Pemkab Berau terus menjalankan pembangunan dengan berpedoman pada visi “Mewujudkan Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera.”

Visi tersebut dijalankan melalui enam misi, di antaranya peningkatan kualitas SDM, pengentasan kemiskinan, tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi kreatif, serta pengembangan pariwisata dan UMKM.

Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan pemerintah daerah, mulai dari bantuan angkutan pelajar dan mahasiswa, pendidikan gratis TK hingga SMP, pembebasan BPHTB bagi masyarakat tidak mampu, pengembangan Trans Berau, pembangunan fasilitas olahraga, penguatan pusat ekonomi desa, hingga rencana pembangunan Berau Creative Hub.

Di tengah kebijakan efisiensi dan pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD), pemerintah daerah juga menghadapi penyesuaian anggaran. Salah satunya terlihat dari penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK) dari Rp320 miliar pada 2025 menjadi Rp145 miliar pada 2026. 


Meski demikian, Sri Juniarsih menyebut pembangunan tetap diarahkan pada pelayanan dasar, infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik. APBD Berau 2026 sendiri ditetapkan sebesar Rp3,42 triliun.

Sri Juniarsih juga menegaskan arah pembangunan Berau yang semakin didorong pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong transformasi ekonomi daerah menuju sektor yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Berbagai capaian turut disampaikan, termasuk realisasi investasi 2025 yang mencapai Rp8,76 triliun atau 194,71 persen dari target Rp4,5 triliun. Sementara pada 2026, target investasi Berau dipatok Rp8 triliun dan realisasi hingga triwulan pertama dan kedua telah mencapai Rp3,6 triliun.

Di sektor perkebunan, kakao Berau juga terus menembus pasar internasional. Sepanjang 2023-2025, sebanyak 23 ton biji kakao telah diekspor ke sejumlah negara, sementara pada 2026 ekspor mencapai 11,5 ton ke Prancis dan Swiss.

Selain itu, pembangunan konektivitas terus dilakukan, termasuk pembangunan jembatan Bailey di Hulu Kelay serta Dermaga Teluk Sulaiman, Jembatan Sei Sumbang dan Jembatan Sei Bataan di wilayah pesisir. Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Menutup sambutannya, Sri Juniarsih mengajak seluruh unsur pemerintahan, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta kondusivitas daerah.

“Kondusivitas adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya. (Adv)