Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Bambang Irawan
BONTANG – Kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kepemimpinan dan pembangunan daerah.
Ini disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat membuka Seminar Nasional Pendidikan dan Keterampilan Berbicara di Depan Publik bertajuk “The Power of Speak, Speak, Lead and Transform” di Auditorium Taman 3D.
Seminar yang diprakarsai Inspiratif Muda Nusantara (IMUN) Kalimantan Timur (Kaltim) ini mempertemukan ratusan pelajar, mahasiswa, dan guru pendamping.
Agus Haris menilai pendidikan tidak cukup hanya diarahkan untuk menyiapkan generasi muda memasuki dunia kerja.
Menurutnya, anak muda juga perlu dibentuk agar mampu berpikir kritis, memiliki integritas, serta berani mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa.
“Pertanyaan besar bagi pendidikan kita bukan hanya tentang di mana akan bekerja setelah lulus, tetapi apa yang akan dilakukan untuk menentukan masa depan bangsa,” ujar Agus, Senin (14/9/2026).
Ia mengatakan, kebutuhan terhadap generasi yang mampu berkomunikasi dengan baik semakin besar di tengah derasnya arus informasi pada era transformasi digital.
Kemampuan public speaking, lanjutnya, tidak lagi sebatas keterampilan tambahan. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam menyampaikan gagasan, mengedukasi masyarakat, hingga membangun kepemimpinan.
“Keterampilan berbicara di depan publik bukan lagi sekadar pelengkap riwayat hidup, melainkan keterampilan krusial yang menentukan keberhasilan kalian dalam memimpin, mengedukasi, dan menginspirasi masyarakat. Jangan takut salah dalam berbicara,” tegasnya.
Agus juga mendorong generasi muda Bontang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu melihat potensi daerah dan mengambil bagian dalam pengelolaannya. Hal ini termasuk mendorong penguasaan teknologi dan hilirisasi sumber daya alam agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan integritas, keberanian berpikir, serta kepedulian terhadap masyarakat.
“Indonesia membutuhkan manusia yang memiliki ilmu, integritas, keberanian berpikir, kepedulian terhadap rakyat, dan kesadaran terhadap masa depan,” katanya.
Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemkot Bontang yang diterima langsung Agus Haris. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan pengembangan kapasitas dan kepemimpinan generasi muda.'


