Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengalokasikan anggaran Rp1,9 miliar untuk peningkatan penampungan air baku Water Treatment Plant (WTP) Sotek dan Lawe-Lawe.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid mengatakan pendalaman Embung Sotek dan kolam retensi yang ada di sekitar Bendungan Lawe-Lawe dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Pendalaman tempat penampungan air baku sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengatasi krisis air baku ketika musim kemarau. “Pengerukan Embung Sotek sudah mulai dikerjakan oleh Dinas PUPR di minggu ini,” kata Abdul Rasyid, Senin (14/9/2026).
Anggaran peningkatan kapasitas penampungan air baku, kata dia, bersumber dari Pemkab PPU. Selain itu, juga mendapatkan support dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina sebesar Rp350 juta.
Dana CSR dari Pertamina digunakan untuk normalisasi kolam retensi dekat Bendungan Lawe-Lawe. Pengerukan kolam retensi ini terus dikerjakan Dinas PUPR PPU.
Pendalaman fasilitas penampungan air baku Perumda AMDT dilakukan pemerintah daerah sebagai salah satu upaya mengatasi krisis air baku yang melanda PPU setiap musim kemarau.
“Penambahan kapasitas daya tampung ini diharapkan dapat mengurangi risiko krisis air baku di musim kemarau,” terangnya.
Abdul Rasyid mengungkapkan, produksi air bersih Perumda AMDT di musim kemarau ini mengalami penurunan, khususnya WTP Lawe-Lawe. Karena, debit air di Sungai Lawe-Lawe yang menjadi sumber air baku mengalami penurunan drastis.
“Beberapa hari yang lalu sempat turun hujan, tetapi tidak berdampak besar terhadap peningkatan debit air Sungai Lawe-Lawe. Jadi, produksi air bersih sampai saat ini belum kembali normal di kapasitas 180 liter per detik,” pungkasnya.


