Produksi Melimpah, Harga Rumput Laut di Nunukan Turun hingga Rp9 Ribu Per Kilogram

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)
Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Produksi Melimpah, Harga Rumput Laut di Nunukan Turun hingga Rp9 Ribu Per Kilogram

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)
Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Produksi Melimpah, Harga Rumput Laut di Nunukan Turun hingga Rp9 Ribu Per Kilogram

Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin (Foto: Diansyah/pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN – Melimpahnya produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani.

Memasuki awal September 2026, harga rumput laut di tingkat petani justru mengalami penurunan hingga Rp9 ribu per Kilogram (Kg).

Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin, mengatakan harga rumput laut sebelumnya relatif stabil pada kisaran Rp29 ribu hingga Rp32 ribu per Kg.

Harga tersebut bertahan sejak awal 2026 hingga akhir Agustus. Namun, memasuki penghujung Agustus, harga mulai bergerak turun dan kini berada pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per Kg di tingkat petani, khususnya di wilayah Mamolo.

“Produksi rumput laut saat ini sedang melimpah. Namun, terjadi penurunan harga. Sebelumnya sekitar Rp29 ribu sampai Rp32 ribu per Kg, sekarang turun sekitar Rp9 ribu,” kata Kamaruddin.

Ia menjelaskan, penurunan harga tersebut tidak terjadi secara sekaligus. Harga turun secara bertahap, mulai dari sekitar Rp27 ribu, kemudian Rp25 ribu hingga mencapai kisaran Rp20 ribu per Kg.

Menurut Kamaruddin, selain dipengaruhi kondisi pasokan yang melimpah, kualitas hasil panen turut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga rumput laut di tingkat petani.

Ia menyebut masih ditemukan hasil panen yang dikirim dalam kondisi lembap, bahkan basah. Kondisi tersebut membuat kualitas rumput laut dinilai kurang optimal sehingga berdampak terhadap harga jual.

“Kualitasnya kurang baik. Selain dalam kondisi lembap, ada juga yang dikirim dalam kondisi basah,” ujarnya.

Untuk menjaga nilai jual, Kamaruddin mendorong petani lebih memperhatikan proses penanganan setelah panen, terutama pengeringan.

Rumput laut yang akan dipasarkan, kata dia, sebaiknya diproses hingga mencapai kadar air sekitar 37 hingga 39 persen.

Menurutnya, penanganan pascapanen yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas, tetapi juga dapat membantu petani memperoleh harga jual yang lebih tinggi.

“Kalau diproses terlebih dahulu hingga kadar yang sesuai, harga jual juga bisa lebih baik. Ini tentunya menguntungkan petani maupun pembeli,” katanya.

Sementara itu, hasil produksi rumput laut Nunukan hingga kini masih dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. Beberapa wilayah yang menjadi tujuan pengiriman antara lain Surabaya dan Makassar.