Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Pekan Raya Bontang (PRB) yang dijadwalkan berlangsung November 2026 mulai dimatangkan dengan membawa isu yang lebih luas.
Kegiatan ini diarahkan tidak sekadar menjadi pusat hiburan dan keramaian, tetapi juga ruang publik yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif, memberi panggung bagi komunitas, sekaligus menghadirkan aktivitas sosial dan edukatif bagi masyarakat.
Konsep tersebut mengemuka dalam pertemuan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang bersama Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Ruang Rapat Dispopar.
Dalam koordinasi tersebut, Halaman Parkir MTQ di kawasan Stadion Bessai Berinta disiapkan sebagai salah satu lokasi utama PRB. Lokasi itu nantinya diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelaku UMKM, komunitas, generasi muda, pegiat seni budaya hingga masyarakat umum.
Dispopar menilai konsep PRB penting diarahkan agar memberikan dampak yang lebih panjang bagi masyarakat. Produk kuliner dan UMKM tetap menjadi bagian utama, namun kegiatan juga akan mengakomodasi potensi ekonomi kreatif, kepemudaan, seni, budaya serta kegiatan sosial.
Kepala Dispopar Kota Bontang, Eko Mashudi, ST, mengatakan keterlibatan berbagai komunitas perlu diperkuat agar PRB memiliki daya tarik yang beragam. Menurutnya, generasi muda dapat menjadi salah satu penggerak utama melalui kreativitas dan gagasan yang mereka miliki.
"PRB ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Bukan hanya UMKM dan kuliner, tetapi juga komunitas kepemudaan, seni budaya, ekonomi kreatif dan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Eko, Selasa (15/9/2026).
Ia juga mendorong pelaku industri kreatif visual, termasuk fotografer, untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Aktivitas seperti photo booth, hunting fotografi, dokumentasi kreatif hingga fotografi tematik dinilai dapat membuat pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih interaktif.
Selain hiburan dan promosi produk lokal, PRB juga dirancang memuat kegiatan sosial serta edukasi. Donor darah, seminar dan berbagai kegiatan berbasis pengetahuan menjadi bagian yang tengah dipersiapkan.
Rangkaian acara juga akan dibuat dinamis dengan tema berbeda setiap harinya. Pola tersebut diharapkan mendorong masyarakat untuk datang kembali dan tidak menjadikan PRB sebagai kegiatan yang hanya dikunjungi sekali.
Bagi pemerintah daerah, konsep ini sekaligus menjadi upaya memperkuat ruang interaksi masyarakat di tengah kebutuhan terhadap kegiatan publik yang produktif. PRB diharapkan dapat mempertemukan pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat dalam satu kegiatan yang memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial.
Koordinasi antara Dispopar dan TJSL Pupuk Kaltim akan terus dilakukan untuk mematangkan teknis pelaksanaan hingga November mendatang. Dengan persiapan tersebut, PRB ditargetkan mampu menjadi salah satu ruang promosi potensi lokal sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Bontang.


