Distan PPU Catat Belasan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen akibat Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Distan PPU Catat Belasan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen akibat Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Distan PPU Catat Belasan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen akibat Kemarau 

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat sepanjang musim kemarau mengakibatkan belasan hektare lahan pertanian puso atau gagal panen akibat kekeringan. 

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan, lahan tanaman padi yang tercatat mengalami kekeringan per Agustus 2026 mencapai 242 Hektare (Ha). Dari total lahan yang terdampak kekeringan terdapat 17 Ha terancam gagal panen dan 13,5 Ha yang gagal panen. 

Lahan pertanian seluas 13,5 Ha yang telah dinyatakan gagal panen total berada di wilayah Kecamatan Babulu dan Kecamatan Waru. 

“Lahan pertanian gagal panen di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu gagal panen ada 6 hektare. Kalau di Kelurahan Waru ada 4 hektare, Desa Sesulu ada 2,5 hektare (Kecamatan Waru),” kata Gunawan, Selasa (15/9/2026). 

Untuk mengurangi risiko gagal panen terhadap lahan pertanian yang terdampak kekeringan, kata Gunawan, Distan PPU telah menurunkan sebanyak 20 unit mesin pompa air di wilayah yang masih memiliki sumber air di wilayah Kecamatan Babulu. 

“Dari awal adanya laporan lahan pertanian terdampak kekeringan, kami langsung turunkan mesin pompa air untuk membantu petani,” ujarnya. 

 Sedangkan lahan pertanian seluas 17 Ha yang masuk dalam kategori terancam gagal panen masih terselamatkan setelah wilayah PPU sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu. 

“Lahan pertanian 17 hektare masih memiliki harapan hidup setelah turun hujan beberapa hari lalu. Tetapi, hasil panennya nanti tentu akan mengalami penurunan yang sangat drastis karena masa pertumbuhan tanaman padi tidak mendapatkan pasokan air yang cukup,” pungkasnya.