Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengingatkan seluruh nelayan untuk memperhatikan kondisi kapal dan mesin saat hendak melaut. Karena, saat ini wilayah perairan Selat Makassar sedang memasuki musim angin selatan yang cenderung gelombang cukup ekstrem. Musim angin selatan diperkirakan berlangsung dari Juni hingga Oktober 2026.
“Gelambang cukup tinggi, karena itu nelayan harus berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut. Sebelum melaut, kondisi kapal dan mesin harus dicek terlebih dahulu. Jangan sampai mesin macet di tengah laut, ini akan berisiko besar terhadap keselamatan,” kata Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, Selasa (15/9/2026).
Andi Traso menyatakan, meskipun kondisi gelombang di perairan Selat Makassar cukup ekstrem, namun tidak menurunkan semangat nelayan untuk melaut.
Justru saat gelombang tinggi, tangkapan udang dan kepiting di pesisir PPU mengalami peningkatan. Ketika gelombang tinggi, banyak nelayan beralih fokus penangkapan udang dan kepiting.
“Banyak nelayan melakukan penangkapan udang dan kepiting. Karena, saat gelombang tinggi potensi udang dan kepiting di pesisir cukup besar. Ketika musim angin selatan, justru tangkapan udang dan kepiting meningkat,” ujarnya.
Andi Traso mengungkapkan, nelayan di Kelurahan Pantai Lango, Kelurahan Gersik dan Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam justru banyak nelayan memanfaatkan kondisi arus kencang untuk menangkap ikan dan kepiting di wilayah pesisir.
“Tetap ada nelayan kita tetap fokus menangkap ikan saat kondisi gelombang tinggi. Tetapi, lebih banyak nelayan menarik diri dari menangkap ikan dan fokus ke menangkap udang dan kepiting saat gelombang tinggi,” pungkasnya.


