Kasus ISPA di PPU Meningkat Akibat Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia. com).
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia. com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kasus ISPA di PPU Meningkat Akibat Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia. com).
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia. com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kasus ISPA di PPU Meningkat Akibat Karhutla

Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia. com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai potensi penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa titik di wilayah Benuo Taka. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan musim kemarau yang terjadi tiga bulan terakhir ini berdampak terhadap peningkatan kasus ISPA di Benuo Taka. 

Dinkes PPU mencatat sepanjang Agustus 2026 terdapat 2.364 kasus ISPA dan mengalami peningkatan 35,93 persen atau 636 kasus dari bulan sebelumnya. 

Jumlah kasus ISPA berdasarkan laporan dari setiap puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. 

Namun, kata dia, ada tiga puskesmas yang menangani kasus ISPA tertinggi, yakni Puskesmas Penajam sebanyak 572 kasus, Puskesmas Babulu sebanyak 291 kasus dan Puskesmas Sotek sebanyak 276 kasus. 

“Selama tiga bulan terakhir ini terjadi peningkatan kasus ISPA di PPU,” kata Lukas, Selasa (15/9/2026). 

Lukas mengungkapkan, dari 2.364 kasus ISPA, kelompok usia 20-59 tahun yang terkena penyakit ISPA tertinggi dengan 801 kasus. 

Sedangkan kelompok usia 5-19 tahun sebanyak 757 kasus. Kelompok balita sebanyak 662 kasus serta kelompok usia 60 tahun ke atas sebanyak 144 tahun. 

“Dinas Kesehatan bersama seluruh Puskesmas terus melakukan pencegahan penyakit ISPA dengan mengimbau masyarakat menggunakan masker,” ujarnya. 

Lukas menyatakan peningkatan kasus ISPA di PPU tidak terlepas dari dampak kebakaran hutan dan lahan, serta sebaran debu selama musim kemarau sehingga mempengaruhi kualitas udara. 

“Secara umum indeks kualitas udara di wilayah PPU masih dalam kategori baik. Tetapi di wilayah yang dekat titik karhutla sangat terdampak kualitas udaranya yang dapat memicu penyakit ISPA,” pungkasnya.