Dampak Efisiensi Anggaran, Disdikbud Kutim Pangkas Volume Bantuan Seragam Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dampak Efisiensi Anggaran, Disdikbud Kutim Pangkas Volume Bantuan Seragam Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dampak Efisiensi Anggaran, Disdikbud Kutim Pangkas Volume Bantuan Seragam Sekolah

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi Editor : Buniyamin

SANGATTA – Efisiensi anggaran mulai berdampak pada volume sejumlah program pendidikan di Kabupaten Kutim. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan program tetap berjalan, tetapi cakupan penerimanya disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan tanpa menghentikan program yang telah direncanakan. “Semua program tetap berjalan. Hanya mungkin volume yang kita kurangi,” ujar Mulyono.

Salah satu program yang mengalami penyesuaian adalah bantuan seragam sekolah. Jika sebelumnya bantuan dapat diberikan kepada seluruh siswa, kebijakan ke depan akan lebih diarahkan kepada peserta didik baru.

“Kalau kemarin semua siswa, sekarang mungkin kita persempit untuk siswa yang baru saja,” katanya.

Mulyono menuturkan, pengurangan volume tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan efisiensi anggaran. 

Namun, kata dia, Disdikbud tetap mempertahankan sejumlah target utama di sektor pendidikan. Salah satunya pemenuhan 15 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kita usahakan pemenuhan itu. Kita capai targetnya, habis itu kita lampaui,” jelasnya.

Selain SPM, Disdikbud Kutim tetap mempertahankan target peningkatan rapor pendidikan, akreditasi sekolah, serta pelaksanaan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim.

Mulyono menegaskan efisiensi tidak serta-merta membuat program pendidikan dihentikan. Penyesuaian lebih banyak dilakukan terhadap skala atau jumlah penerima manfaat.

“Efisiensi memang berpengaruh, tapi secara umum itu masih berjalan di kita. Hanya mungkin volume saja yang kita kurangi, tapi program-program itu berjalan semuanya,” pungkasnya.