Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim, Syafruddin menyoroti persoalan distribusi Bahan blBakar Minyak (BBM), khususnya Biosolar dan Pertamax yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kaltim.
Ia menyebut antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih panjang, bahkan mencapai beberapa Kilometer (Km).
"Kondisi serupa tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi hampir merata di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim," bebernya.
Syafruddin menilai panjangnya antrean dan keterbatasan pasokan menunjukkan masih perlunya pembenahan dalam tata kelola distribusi BBM.
Sistem distribusi, kata dia, harus mampu memastikan ketersediaan BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Antrean di SPBU perlu mendapat perhatian serius agar program dan kebijakan pemerintah terkait distribusi BBM benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat," kata Syafruddin.
Selain persoalan antrean, Syafruddin juga menyoroti kendala distribusi BBM yang dipengaruhi faktor musim, khususnya saat musim kemarau.
Ia mengaku sempat mengalami langsung kekosongan stok Pertamax di salah satu SPBU. Kemudian menanyakan penyebab kondisi tersebut kepada petugas SPBU.
"Kekosongan stok terjadi akibat mobilisasi BBM yang terkendala pendangkalan sungai, sehingga distribusi BBM melalui jalur sungai menjadi terhambat," jelasnya.
Menurutnya pengelolaan distribusi BBM di Kaltim perlu segera diatasi. Mengingat sejumlah wilayah masih mengandalkan jalur sungai sebagai salah satu akses mobilisasi.
"Harus segera dievaluasi serta menyiapkan skema distribusi alternatif untuk mengantisipasi gangguan pasokan, terutama ketika musim kemarau menyebabkan kondisi sungai tidak mendukung," tutupnya.


