4.759 Pencari Kerja Berebut 437 Lowongan, Pemkot Bontang Perkuat Pelatihan Vokasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

4.759 Pencari Kerja Berebut 437 Lowongan, Pemkot Bontang Perkuat Pelatihan Vokasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

4.759 Pencari Kerja Berebut 437 Lowongan, Pemkot Bontang Perkuat Pelatihan Vokasi

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Persaingan pasar kerja di Kota Bontang masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Data Job Fair Kota Bontang 2026 mencatat sebanyak 4.759 pencari kerja harus bersaing untuk mendapatkan 437 posisi yang tersedia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Bontang mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat membuka Pelatihan Project Based Learning (PBL) Tahun 2026 di Auditorium 3 Dimensi, Bontang Utara.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda dengan LPK Aptekkom Bontang dan LPK Suvi Training Bontang.

Neni mengatakan, ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan lowongan yang tersedia menjadi gambaran bahwa memiliki ijazah saja belum cukup untuk menghadapi persaingan kerja.

“Fakta dan data ini menjadi refleksi penting bagi kita semua bahwa ketersediaan peluang kerja sangatlah terbatas jika disandingkan dengan jumlah pencari kerja. Hanya mereka yang benar-benar siap dan memiliki nilai tambah yang akan terserap,” tegasnya, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, kebutuhan dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi. Karena itu, tenaga kerja dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan memecahkan masalah, bekerja dalam tim, berkomunikasi, hingga menghasilkan pekerjaan yang dapat diterapkan.

Pendekatan Project Based Learning, kata Neni, menjadi salah satu metode yang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut karena peserta tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi diarahkan menghasilkan output dari proses pembelajaran.

“Pendekatan seperti ini sangat esensial untuk membangun karakter tenaga kerja yang mandiri, kreatif, disiplin, mampu berkomunikasi, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang tangguh,” ujarnya.

Dalam pelatihan kali ini, terdapat tiga program dengan durasi masing-masing 200 jam pelajaran (JP). Program tersebut yakni Digital Office Administration bersama LPK Aptekkom, Pembuatan Konten Visual bersama LPK Aptekkom, serta Digital Office Administration bersama LPK Suvi Training Bontang.

Neni meminta peserta tidak menjadikan sertifikat sebagai satu-satunya target setelah mengikuti pelatihan. Kompetensi yang diperoleh harus dapat dibuktikan melalui keterampilan maupun karya yang bisa digunakan di dunia kerja.

“Setelah mengikuti pelatihan, apa yang bisa saya hasilkan dan kontribusikan?” pesannya kepada peserta.

Ia berharap pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing, termasuk membuka peluang menjadi pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Pemkot Bontang, lanjut Neni, akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPVP Samarinda, dunia industri, lembaga pendidikan, media, komunitas, dan korporasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.