Banner ADV

Gerakan Pangan Murah Tetap Jalan di Tengah Anggaran yang Terbatas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Gerakan Pangan Murah Tetap Jalan di Tengah Anggaran yang Terbatas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Gerakan Pangan Murah Tetap Jalan di Tengah Anggaran yang Terbatas 

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Keterbatasan anggaran tak membuat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Berau terhenti. 

Tahun ini, Dinas Pangan Berau memilih mengubah pola pelaksanaan dengan memprioritaskan wilayah yang dinilai membutuhkan intervensi harga pangan.

Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, menyebut frekuensi GPM tahun ini tidak sebanyak sebelumnya.

Namun, kegiatan tetap dipertahankan karena dinilai penting untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi.

“Pelaksanaannya kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana kegiatan tetap memberi dampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya GPM dapat dilaksanakan hingga 74 kali. Sementara tahun ini, pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Komoditas yang disiapkan meliputi beras, minyak goreng, gula, daging hingga telur ayam. Dinas Pangan juga menggandeng Bulog, distributor dan peternak lokal untuk menjaga ketersediaan serta harga pangan.

Wilayah pelosok dan pesisir tetap menjadi perhatian, meski distribusinya memiliki tantangan lebih besar. Pemerintah juga mengupayakan subsidi angkutan agar biaya distribusi tidak dibebankan kepada masyarakat.

Ke depan, pelaksanaan GPM akan diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Diskoperindag Berau, termasuk menggabungkan pangan murah, ikan murah dan kegiatan UMKM, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Tenteram menegaskan, penyesuaian anggaran tidak mengubah tujuan utama program tersebut.

“Yang penting masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya. (Adv)