Perkuat Penanganan Karhutla di Nunukan, PT Sago Prima Pratama Salurkan Rp200 Juta

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Perwakilan PT Sago Prima Pratama saat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta kepada Kepala BPBD Nunukan H Asmar. (Foto: BPBD Nunukan)
Perwakilan PT Sago Prima Pratama saat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta kepada Kepala BPBD Nunukan H Asmar. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perkuat Penanganan Karhutla di Nunukan, PT Sago Prima Pratama Salurkan Rp200 Juta

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Perwakilan PT Sago Prima Pratama saat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta kepada Kepala BPBD Nunukan H Asmar. (Foto: BPBD Nunukan)
Perwakilan PT Sago Prima Pratama saat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta kepada Kepala BPBD Nunukan H Asmar. (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perkuat Penanganan Karhutla di Nunukan, PT Sago Prima Pratama Salurkan Rp200 Juta 

Perwakilan PT Sago Prima Pratama saat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta kepada Kepala BPBD Nunukan H Asmar. (Foto: BPBD Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan mendapat dukungan dari dunia usaha. PT Sago Prima Pratama menyalurkan bantuan senilai Rp200 juta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan.

Bantuan tersebut diserahkan di ruang Sekretaris Daerah Nunukan, sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Sago Prima Pratama melalui program sosial dan budaya berupa bantuan bencana alam.

Berdasarkan berita acara serah terima, bantuan itu secara khusus diarahkan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Nunukan.

Perwakilan PT Sago Prima Pratama, Kristianus Heri, menyerahkan bantuan tersebut kepada Kepala Pelaksana BPBD Nunukan H Asmar. Penyerahan disaksikan Plt Sekretaris Daerah Nunukan Raden Iwan Kurniawan.

Asmar mengatakan dukungan tersebut menjadi tambahan penting bagi BPBD, terutama karena keterbatasan sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang dimiliki BPBD Nunukan.

Menurut dia, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah peralatan yang dibutuhkan personel ketika melakukan pencegahan maupun penanganan karhutla di lapangan.

“Bantuan hari ini luar biasa bermanfaat. Memang kami di BPBD sejak terbentuk, semua peralatan secara keseluruhan masih terbatas. Dengan bantuan ini, mudah-mudahan bisa menambah peralatan kami dan dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Asmar.

Ia menyebut sejumlah peralatan masih menjadi kebutuhan dalam mendukung operasi penanggulangan karhutla. Selain pompa air, perlengkapan keselamatan bagi personel yang bekerja di lapangan juga perlu diperkuat.

“Yang kecil-kecil ini memang sampai dengan pompa airnya juga termasuk, termasuk safety-nya. Karena safety ini juga kami masih terbatas,” katanya.

Namun, Asmar menegaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan peralatan. Kekuatan personel dan keterlibatan berbagai unsur juga menjadi faktor penting ketika terjadi karhutla.

Menurutnya, setiap peralatan yang tersedia akan dioptimalkan sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara personel tetap menjadi kekuatan utama BPBD dalam merespons kejadian bencana.

“Kalau berbicara alat, sebenarnya apa pun yang ada itu akan kita gunakan. Kekuatan kita memang paling banyak di personel. Jadi personelnya yang paling kita andalkan dan paling kita siapkan,” jelasnya.

Asmar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Penanganan karhutla, kata dia, tidak dapat dibebankan hanya kepada BPBD karena membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“BPBD itu bukan superman, tetapi kami membutuhkan super team. Jadi, semua stakeholder ketika ini terjadi bisa masuk dan menjadi bagian dari kekuatan super team itu,” tegasnya.

Dukungan PT Sago Prima Pratama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi potensi karhutla. Selain membantu pemenuhan kebutuhan sarana penanggulangan bencana, keterlibatan dunia usaha juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Nunukan.