Banner ADV

Kabut Asap Muncul Usai Hujan, Pemerintah Kecamatan Kenohan Bagikan Masker dan Sekolah Terapkan PJJ

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pembagian masker oleh pemcam kenohan. (Foto: Pemcam Kenohan)
Pembagian masker oleh pemcam kenohan. (Foto: Pemcam Kenohan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kabut Asap Muncul Usai Hujan, Pemerintah Kecamatan Kenohan Bagikan Masker dan Sekolah Terapkan PJJ

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pembagian masker oleh pemcam kenohan. (Foto: Pemcam Kenohan)
Pembagian masker oleh pemcam kenohan. (Foto: Pemcam Kenohan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kabut Asap Muncul Usai Hujan, Pemerintah Kecamatan Kenohan Bagikan Masker dan Sekolah Terapkan PJJ

Pembagian masker oleh pemcam kenohan. (Foto: Pemcam Kenohan)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama Desa Kahala dan Tuana Tuha. Kondisi tersebut terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi udara yang terlihat seperti kabut tebal mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan dan Puskesmas setempat. Masyarakat di wilayah terdampak kemudian diimbau untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Pemerintah Kecamatan Kenohan juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi.

Camat Kenohan, Misri, mengatakan asap justru terlihat lebih tebal setelah hujan turun. Kondisi tersebut membuat suasana di wilayah terdampak tampak seperti berkabut.

“Saat turun hujan, ini asap turun juga nih jadi agak kabut,” ujarnya. Rabu (16/9/2026)

Meski demikian, Misri mengatakan sejauh ini belum ada laporan mengenai warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi tersebut. Ia menyebut aktivitas masyarakat masih berjalan normal.

“Ya tidak juga berbahaya ya, enggak sampai kita keluar langsung pingsan, sakit nafas enggak ada, masih normal aja masih ini,” tegasnya.

Terkait kondisi kualitas udara, Misri menyebut pihak kecamatan belum melakukan pengukuran secara langsung. Menurutnya, alat untuk mengukur kualitas udara berada di Puskesmas.

“Tidak ada. Mungkin dari puskesmas itu ada,” ujarnya.

Misri mengakui kondisi udara saat hujan memang terlihat lebih tebal dibandingkan biasanya. Namun, ia mengatakan masyarakat masih dapat beraktivitas dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan juga meminta kegiatan belajar mengajar bagi siswa di dua desa terdampak dilakukan dari rumah untuk sementara waktu.

“Ya, sementara untuk anak-anak sekolah itu biar diliburkan, sementara di rumah saja, PJJ,” katanya.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) tersebut diterapkan untuk sekolah yang berada di Desa Tuana Tuha dan Desa Kahala.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

“Kita mengimbau kepada masyarakat, tetap menjaga kesehatan, kalau tidak perlu betul, tidak usah keluar rumah,” kata Misri. (Adv)