Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda memantau kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah Samarinda dan sekitarnya pada Rabu (16/9/2026).
Hasil pemantauan menunjukkan cuaca di sekitar Bandara APT Pranoto Samarinda didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. Kondisi tersebut juga disertai penurunan jarak pandang dan memburuknya kualitas udara.
Berdasarkan pemantauan BMKG, jarak pandang di sekitar Bandara APT Pranoto Samarinda berkisar antara 1.000 hingga 1.500 meter sejak pagi hingga sore hari.
Sementara konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat mencapai 210,4 µg/m³ pada pukul 21.00 WITA, angka tersebut masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat.
Data pemantauan cuaca pada malam hari juga menunjukkan suhu sekitar 26 derajat Celsius, kondisi berawan terputus-putus, kelembapan mencapai 78 persen, serta peluang hujan sekitar 22 persen.
Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor menjelaskan, bahwa tingginya konsentrasi partikulat halus berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila terjadi paparan dalam jangka waktu lama.
“Partikulat udara berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk langsung ke saluran pernapasan. Dengan konsentrasi yang mencapai 210,4 µg/m³, kondisi ini berada pada kategori sangat tidak sehat,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi partikulat berada pada level yang tidak sehat.


