Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Mulai 17-19 September 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Mulai 17-19 September 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sekolah di Samarinda Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Mulai 17-19 September 2026

Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan

SAMARINDA – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di satuan pendidikan Kota Samarinda dihentikan sementara akibat kondisi kualitas udara yang memburuk karena kabut asap karhutla.

Pembelajaran di sekolah dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring mulai 17 hingga 19 September 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/9187/100.01/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Samarinda.

Surat edaran itu diterbitkan dengan mempertimbangkan data kabut asap dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BMKG dan BPBD, serta rekomendasi Dinas Kesehatan Kota Samarinda terkait pelaksanaan pembelajaran daring akibat kondisi kualitas udara.

Keputusan tersebut juga merupakan hasil rapat bersama Sekretaris Daerah Kota Samarinda, BPBD, DLH, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, BMKG Kota Samarinda, TWAP, serta camat se-Kota Samarinda pada 16 September 2026.

Dalam surat edaran disebutkan, kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Samarinda dan sekitarnya dinilai semakin memburuk dan masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap.

Selama penerapan PJJ, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan melalui skema Work From Office (WFO) maupun Work From Home (WFH) secara bergilir sesuai pengaturan kepala sekolah.

Materi pembelajaran juga diarahkan pada tugas terstruktur, literasi, dan penguatan karakter tanpa membebani peserta didik dengan tugas berlebihan. Absensi peserta didik dan guru tetap dilakukan secara daring.

Sekolah diminta mengoptimalkan komunikasi dan pengawasan pembelajaran mandiri melalui sarana komunikasi daring atau grup kelas bersama orang tua dan wali murid.

Selain itu, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi.

Apabila harus keluar rumah atau mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), masyarakat diimbau menggunakan masker yang layak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ibnu Araby pun mengimbau agar masyarakat dapat menjaga diri di situasi saat ini. "Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatannya dan meminimalkan beraktivitas di luar rumah," kata Ibnu. 

Lebih lanjut, ia mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan ISPU. 

Perpanjangan masa PJJ maupun kembalinya pembelajaran tatap muka akan dievaluasi berdasarkan kondisi kualitas udara terkini dan arahan Wali Kota Samarinda.

"Orang tua juga diimbau mengawasi serta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama masa PJJ untuk meminimalkan paparan kabut asap," terangnya.