Tiga Cerita di Balik Para Juara Pusaran 6 Second Challenge

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
4 menit baca
Dari kiri Fadiya Durratul Hikmah, Ahmad Roihan, dan Aurel Alexandria. (Foto: Dok.Peserta Lomba)
Dari kiri Fadiya Durratul Hikmah, Ahmad Roihan, dan Aurel Alexandria. (Foto: Dok.Peserta Lomba)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga Cerita di Balik Para Juara Pusaran 6 Second Challenge

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
4 menit baca
Dari kiri Fadiya Durratul Hikmah, Ahmad Roihan, dan Aurel Alexandria. (Foto: Dok.Peserta Lomba)
Dari kiri Fadiya Durratul Hikmah, Ahmad Roihan, dan Aurel Alexandria. (Foto: Dok.Peserta Lomba)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga Cerita di Balik Para Juara Pusaran 6 Second Challenge 

Dari kiri Fadiya Durratul Hikmah, Ahmad Roihan, dan Aurel Alexandria. (Foto: Dok.Peserta Lomba)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Kreativitas para peserta mewarnai Pusaran 6 Second Challenge yang digelar Pusaranmedia.com dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6.

Kompetisi video pendek bertema "Tetap Jadi Referensi, Terus Menginspirasi" itu resmi mengumumkan tiga juara utama dan tiga juara favorit di akun resmi Instagram pada Rabu (16/9/2026).

Menariknya, para pemenang tidak hanya berasal dari Pulau Kalimantan, kompetisi ini juga berhasil menjangkau peserta dari Pulau Jawa.

Juara pertama diraih Fadiya Durratul Hikmah, mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), asal Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Bagi Fadiya, kemenangan tersebut menjadi pengalaman keduanya mengikuti perlombaan. Sebelumnya, ia pernah mengikuti lomba poster dan berhasil meraih juara kedua.

"Pastinya saya senang. Soalnya ini pengalaman kedua saya ikut lomba. Pengalaman pertama saya ikut lomba poster dan alhamdulillah menang juara dua. Nah, ini pengalaman kedua saya, alhamdulillah saya juara satu di lomba ini," ujar Fadiya, Kamis (17/9/2026).

Video yang mengantarkannya menjadi juara pertama ternyata dibuat dari aktivitas sederhana sehari-hari. Fadiya mengaku mendapatkan banyak referensi editing dari TikTok, sedangkan inspirasi visual diperolehnya melalui Pinterest.

Ia juga belajar membuat video secara otodidak. Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan melalui video tersebut adalah mengajak masyarakat lebih selektif dalam mencari informasi dan memilih sumber berita yang kompeten.

"Saya ingin orang-orang kalau melihat berita lebih mencari sumber yang lebih kompeten seperti Pusaranmedia.com,"katanya.

Kesibukan sebagai mahasiswa menjadi tantangan tersendiri bagi Fadiya. Ia harus menyesuaikan waktu kuliah dengan proses pengambilan gambar.

Meski demikian, Fadiya menilai kerapian editing dan konsep yang jelas menjadi salah satu faktor yang membuat videonya menarik hingga terpilih sebagai juara pertama.

Sementara juara kedua diraih Ahmad Roihan, warga Tenggarong. Ia mengaku bahagia sekaligus tidak menyangka karyanya berhasil masuk sebagai salah satu pemenang.

Roihan menggunakan konsep clipper dalam videonya. Ide tersebut diperolehnya dari komunitas editing dan kakak tingkat karena dinilai memiliki visual yang terus berganti sehingga tidak membosankan.

Melalui video tersebut, Roihan mengangkat persoalan maraknya informasi hoaks di media sosial. Ia terinspirasi dari kondisi di lingkungan sekitarnya, termasuk orang tua yang masih kerap menerima informasi yang belum tentu benar melalui Facebook.

"Pesan saya, tetap semangat, terus berkembang untuk peradaban yang maju ke depannya," ucap Roihan.

Proses editing menjadi tantangan terbesar bagi Roihan. Ia bahkan membutuhkan waktu satu hari penuh untuk menyelesaikan videonya, mulai pagi hingga sore.

Keterbatasan perangkat juga menjadi kendala. Sementara saat proses pengambilan gambar, ia harus melakukan take lebih dari 10 kali karena terganggu suara kendaraan dan aktivitas di sekitar rumah.

Berbeda dengan Fadiya dan Roihan yang berasal dari Kalimantan Timur (Kaltim), juara ketiga justru datang dari Jember, Jawa Timur.

Aurel Alexandria, mahasiswa semester 5 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, mengaku tidak menyangka bisa menjadi salah satu pemenang.

Bagi Aurel, mengikuti Pusaran 6 Second Challenge bukan hanya tentang perlombaan. Kesempatan tersebut menjadi momentum untuk kembali membangkitkan semangat dan mengasah kemampuan yang sempat lama tidak digunakan.

"Saat pertama kali tahu itu seperti sebuah kesempatan untuk saya kembali memulai lembaran baru karena sebelumnya seperti hampa. Semangat baru muncul setelah sekian lama padam," ungkap Aurel.

Dalam videonya, Aurel mengangkat kebiasaan doom scrolling yang banyak dilakukan generasi Z di media sosial. Ia kemudian menghubungkannya dengan aktivitas membaca buku dan membuat ulasan buku.

Ide tersebut muncul setelah dirinya melihat konten ulasan buku di media sosial. Dari sana, Aurel mencoba mengembangkan konsep serupa dengan gaya yang menurutnya lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

"Karena saya membaca temanya, saya mengambil bagaimana video yang saya bikin itu relate dengan generasi sekarang, generasi Gen Z lebih tepatnya," katanya.

Aurel mengaku tantangan terbesarnya bukan sekadar proses editing, melainkan bagaimana menerjemahkan ide yang ada di kepalanya menjadi sebuah video.

Menurutnya, sebuah konsep yang terlihat jelas dalam pikiran terkadang menjadi sulit ketika mulai dieksekusi.

Meski demikian, kesempatan tersebut membuat Aurel kembali memperdalam kemampuan yang sebelumnya dipelajarinya secara otodidak.

Ia berharap Pusaranmedia.com semakin berkembang dan dikenal lebih banyak masyarakat.

"Terima kasih telah memberi kesempatan pada ulang tahun Pusaran Media yang ke-6, yang telah menghidupkan rasa semangat saya untuk mengembalikan skill-skill yang telah padam dan terus menginspirasi untuk semua orang," tuturnya.

Aurel juga mengajak generasi muda tidak hanya menjadi penonton di media sosial, tetapi turut menghasilkan karya yang memberikan dampak positif.

"Jangan terus menjadi konsumen yang pasif, tapi jadilah pengguna yang berdampak di sosial media. Tidak hanya apa yang dilihat, tapi juga melakukan hal-hal positif yang menginspirasi semua orang," pesannya.

Pusaran 6 Second Challenge menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-6 Pusaranmedia.com. 

Kompetisi tersebut turut didukung oleh sejumlah sponsor, yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Bankaltimtara KCU Balikpapan, PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS), PT Dinamikaprima Artha, serta PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra).