Banner ADV

Karhutla Jadi Pertimbangan, Manutung Jukut Diganti Pasar Ikan Murah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Festival Manutung Jukut. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Festival Manutung Jukut. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Karhutla Jadi Pertimbangan, Manutung Jukut Diganti Pasar Ikan Murah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Festival Manutung Jukut. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Festival Manutung Jukut. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Karhutla Jadi Pertimbangan, Manutung Jukut Diganti Pasar Ikan Murah

Festival Manutung Jukut. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau tahun ini akan berlangsung dengan konsep berbeda. Kegiatan Manutung Jukut yang biasanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT Berau ditiadakan, menyusul kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.

Sebagai gantinya, Dinas Perikanan Kabupaten Berau menyiapkan kegiatan pasar ikan murah yang direncanakan menyasar sembilan kecamatan. 

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan kegiatan yang tetap memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tanpa menambah potensi munculnya titik panas.

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, mengatakan peniadaan Manutung Jukut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan saat ini. Aktivitas yang menggunakan api dinilai perlu dihindari ketika ancaman karhutla masih menjadi perhatian.

“Sebagai gantinya, kami mengusulkan pasar ikan murah di sembilan kecamatan,” ujarnya.

Pelaksanaan pasar ikan murah tersebut melengkapi kegiatan serupa yang sebelumnya telah digelar di empat kecamatan, yakni Sambaliung, Tanjung Redeb, Gunung Tabur dan Pulau Derawan.

Selain pasar ikan murah, Dinas Perikanan juga mendapat arahan untuk menyiapkan pembagian ikan gratis bagi masyarakat di kampung-kampung yang masuk kategori rawan pangan atau membutuhkan bantuan. Program tersebut direncanakan mencakup seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

Namun, rencana tersebut masih menunggu kepastian dalam anggaran perubahan. Sebab, pemerintah daerah perlu melakukan pergeseran nomenklatur kegiatan dari Manutung Jukut menjadi pasar ikan murah serta menyiapkan anggaran operasional tambahan untuk pelaksanaannya.

“Jadi, semuanya masih bergantung pada persetujuan usulan anggaran dan pergeseran pada perubahan. Kalau disetujui, kegiatan bisa dilaksanakan,” jelas Yunda.

Sementara jumlah ikan yang nantinya disalurkan, baik melalui pasar murah maupun pembagian gratis, akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Dengan skema tersebut, momentum HUT Berau tetap diisi dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, namun disesuaikan dengan kondisi daerah yang saat ini masih menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap.

“Semoga tahun depan Manutung Jukut bisa kita gelar kembali,” pungkasnya. (Adv)