Kabut Asap Selimuti Bontang, Disdikbud Imbau Sekolah Terapkan PJJ

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Fenomena Kabut Asap di Kota Bontang Siang Ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Fenomena Kabut Asap di Kota Bontang Siang Ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Selimuti Bontang, Disdikbud Imbau Sekolah Terapkan PJJ

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Fenomena Kabut Asap di Kota Bontang Siang Ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Fenomena Kabut Asap di Kota Bontang Siang Ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kabut Asap Selimuti Bontang, Disdikbud Imbau Sekolah Terapkan PJJ

Fenomena Kabut Asap di Kota Bontang Siang Ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Bontang, Kalimantan Timur, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Bontang mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi udara yang kurang nyaman juga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan, khususnya penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Penggunaan masker pun kembali digaungkan sebagai salah satu langkah pencegahan, terutama ketika masyarakat harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

Dampak kondisi udara tersebut turut dirasakan kalangan pelajar. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah antisipasi dengan mengimbau seluruh satuan pendidikan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pemerintah telah melakukan pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk mengetahui kondisi kualitas udara di Kota Bontang.

“Hari ini sudah dilakukan penilaian ISPU di Kota Bontang. Berdasarkan hasil pengukuran, nilainya berada di angka 125,” ujar Neni, Kamis (17/9/2026).

Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan. Kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara juga dianjurkan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Bontang dalam mengambil langkah pencegahan, terutama terhadap peserta didik yang harus beraktivitas di lingkungan sekolah.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan PJJ hingga kondisi udara kembali membaik.

Meski demikian, Safa mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang pada hari ini tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sekolah yang sudah terlanjur menjalankan pembelajaran di sekolah diminta segera mempercepat proses kepulangan peserta didik.

“Bagi sekolah yang terlanjur melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa di sekolah, kami minta agar mempercepat proses kepulangan siswa,” katanya.

Menurut Safa, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mencegah peserta didik terlalu lama terpapar kabut asap. Pihaknya tidak ingin menunggu hingga kualitas udara memburuk sebelum mengambil keputusan.

“Kami tidak mau menunggu kualitas udara menjadi buruk baru siswa diliburkan,” ujarnya.

Safa menilai kondisi udara yang terjadi saat ini sudah mulai memberikan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Bahkan, orang dewasa pun dapat merasakan dampaknya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Jangankan anak-anak, kita yang dewasa saja tidak nyaman. Makanya saya langsung mengimbau seluruh kepala sekolah untuk melaksanakan PJJ sampai kondisi udara kembali membaik,” pungkasnya.

Penerapan PJJ diharapkan dapat menjadi langkah sementara untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik selama kondisi kualitas udara belum kembali normal. Sekolah juga diminta menyesuaikan kegiatan pembelajaran agar proses pendidikan tetap berjalan meski dilakukan dari jarak jauh.

Pemkot Bontang bersama Disdikbud akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah selanjutnya akan menyesuaikan kondisi udara dan hasil pemantauan pemerintah.