Banner ADV

Beluluh Sultan Jadi Tahapan Penting Menuju Erau Adat Kutai 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Prosesi beluluh erau 2026. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Prosesi beluluh erau 2026. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Beluluh Sultan Jadi Tahapan Penting Menuju Erau Adat Kutai 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Prosesi beluluh erau 2026. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Prosesi beluluh erau 2026. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Beluluh Sultan Jadi Tahapan Penting Menuju Erau Adat Kutai 2026

Prosesi beluluh erau 2026. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Menjelang pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kembali menggelar prosesi Beluluh Sultan di Kedaton Kesultanan, Kamis (17/9/2026).

Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pra-Erau. Pelaksanaannya berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, unsur Forkopimda, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para kerabat Kesultanan Kukar Ing Martadipura.

Bagi Kesultanan Kukar Ing Martadipura, Beluluh tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian seremoni menjelang Erau. Ritual ini memiliki makna spiritual sebagai upaya penyucian jiwa dan raga Sultan sekaligus doa untuk menolak bala.

Perwakilan Kesultanan Kukat Ing Martadipura, Pangeran Mangku Patih, mengatakan prosesi tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pra-Erau.

“Ini prosesi salah satu rangkaian daripada acara Pra Erau, yang mana ini dimaknakan untuk menyucikan jiwa dan raga Ayahanda Sultan, serta menolak bala,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tradisi Beluluh telah diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad. Hingga kini, ritual tersebut terus dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya Kesultanan Kutai.

“Maknanya itu pada intinya mensucikan diri. Ini adalah warisan budaya dari Kesultanan Kutai. Jadi, kami harapkan ini dapat terus berlangsung sampai kapan pun dan warisan ini terus akan kita jaga,” katanya.

Selain memiliki makna penyucian diri, prosesi Beluluh juga menjadi bagian dari doa bagi Sultan sebelum menjalani seluruh tahapan Erau. Menurut Pangeran Mangku Patih, rangkaian Erau membutuhkan kesiapan fisik dan spiritual.

“Mudah-mudahan Ayahanda Sultan, harapannya ketika prosesi Erau berlangsung, itu juga diberikan kekuatan, lahiriah dan batiniah. Beliau juga dijaga supaya dapat menjalani proses Erau yang sangat berat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa Beluluh Sultan merupakan bagian dari rangkaian adat yang mengawali pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.

“Kita melaksanakan Beluluh Sultan. Kita menyaksikan prosesi adat, di mana ini merupakan bagian dari rangkaian Erau Adat tahun 2026,” kata Aulia.

Ia berharap seluruh rangkaian yang telah dipersiapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana hingga pelaksanaan Erau selesai.

“Kita harapkan dengan proses sebelumnya, itu bisa membuat pelaksanaan kegiatan Erau berjalan sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan,” tambahnya. (Adv)