ISPU Bontang Tembus 125, Kualitas Udara di Bontang Masuk Kategori Tidak Sehat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi Awan di Kota Bontang Hari ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kondisi Awan di Kota Bontang Hari ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

ISPU Bontang Tembus 125, Kualitas Udara di Bontang Masuk Kategori Tidak Sehat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi Awan di Kota Bontang Hari ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Kondisi Awan di Kota Bontang Hari ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

ISPU Bontang Tembus 125, Kualitas Udara di Bontang Masuk Kategori Tidak Sehat

Kondisi Awan di Kota Bontang Hari ini Kamis (17/9/2026). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG - Kualitas udara di Kota Bontang mengalami penurunan seiring kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang mencapai 125 pada Kamis (17/9/2026) berdasarkan pengukuran.

Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat, dengan parameter utama pencemaran berasal dari partikel PM2.5. Data terbaru itu menunjukkan kondisi udara Bontang perlu mendapat perhatian, khususnya bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Sebelumnya, kualitas udara Bontang masih berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 68. Kenaikan hingga 125 menunjukkan perubahan kondisi udara yang cukup signifikan dalam waktu relatif singkat.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara menyusul semakin tebalnya kabut asap di sejumlah wilayah.

Menurut Neni, perubahan kondisi tersebut turut dipengaruhi sumber asap dan arah angin. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap muncul.

“Gunakan masker. Tutup pintu dan jendela rumah,” imbau Neni.

Neni juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih selama kondisi udara belum kembali normal.

Meningkatnya angka ISPU turut berdampak pada sektor pendidikan. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi jenjang PAUD hingga SMP sebagai langkah antisipasi terhadap paparan udara yang kurang sehat.

Kebijakan tersebut berlaku sementara mulai Kamis (17/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026) dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara.

Neni juga telah meminta agar pelajar jenjang SMA, SMK, dan SLB turut belajar dari rumah. Untuk jenjang tersebut, keputusan berada pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur karena kewenangan pengelolaannya berada di tingkat provinsi.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bontang mulai memperkuat langkah perlindungan masyarakat dengan melakukan pembagian masker pada hari ini

Pemkot juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker, sementara pintu dan jendela rumah ditutup ketika kabut asap semakin pekat.

Dengan ISPU yang telah masuk kategori tidak sehat, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan kualitas udara. Pemantauan akan terus dilakukan sembari menunggu kondisi udara kembali membaik.