Tunggakan Rekening Air Capai Rp6 Miliar, Bupati PPU Imbau Pelanggan Perumda AMDT Segera Lunasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tunggakan Rekening Air Capai Rp6 Miliar, Bupati PPU Imbau Pelanggan Perumda AMDT Segera Lunasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tunggakan Rekening Air Capai Rp6 Miliar, Bupati PPU Imbau Pelanggan Perumda AMDT Segera Lunasi 

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor mengimbau seluruh pelanggan Perusahaan Air Minum Danum Taka (AMDT) yang mengalami tunggakan rekening air agar segera menunaikan kewajibannya. 

Berdasarkan data Perumda AMDT PPU terdapat sekitar 2.700 pelanggan yang mengalami tunggakan pembayaran tagihan penggunaan air bersih mulai dari tiga bulan hingga 22 bulan. Tunggakan rekening air mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama empat bulan terakhir dari Rp1,8 miliar menjadi Rp6 miliar. 

“Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang mengalami tunggakan rekening air segera melunasi,” kata Mudyat, Kamis (17/9/2026). 

Tunggakan rekening air hingga Rp6 miliar, kata Mudyat, akan berdampak terhadap kelancaran layanan distribusi air bersih kepada masyarakat. Karena, tagihan air yang dipungut dari pelanggan akan digunakan kembali untuk operasional, produksi air bersih dan pengembangan layanan oleh Perumda AMDT. 

“Pelanggan yang mengalami tunggakan rekening, segera membayar. Karena, itu juga yang digunakan Perumda AMDT untuk pengembangan layanan,” terangnya. 

Ia menyatakan, di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat berdampak terhadap percepatan pembangunan infrastruktur layanan air bersih. 

“Di tengah keterbatasan fiskal, proses pembangunan layanan dasar agak terhambat. Tetapi, pemerintah daerah tetap berupaya membangun pipa distribusi baik dari APBD PPU maupun dari Pemprov Kaltim. Jadi, cakupan layanan air bersih selama dua tahun terakhir terus meningkat, sebelumnya cakupan layanan di bawah 40 persen sekarang sudah lebih dari 40 persen,” pungkasnya.