Jarak Pandang APT Pranoto Sempat Hanya 50 Meter, Seluruh Penerbangan Terdampak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Jarak pandang di Bandara APT Pranoto belum memungkinkan dilakukan penerbangan akibat asap, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok.Bandara APT Pranoto)
Jarak pandang di Bandara APT Pranoto belum memungkinkan dilakukan penerbangan akibat asap, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok.Bandara APT Pranoto)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jarak Pandang APT Pranoto Sempat Hanya 50 Meter, Seluruh Penerbangan Terdampak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Jarak pandang di Bandara APT Pranoto belum memungkinkan dilakukan penerbangan akibat asap, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok.Bandara APT Pranoto)
Jarak pandang di Bandara APT Pranoto belum memungkinkan dilakukan penerbangan akibat asap, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok.Bandara APT Pranoto)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jarak Pandang APT Pranoto Sempat Hanya 50 Meter, Seluruh Penerbangan Terdampak

Jarak pandang di Bandara APT Pranoto belum memungkinkan dilakukan penerbangan akibat asap, Kamis (17/9/2026). (Foto: Dok.Bandara APT Pranoto)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Jarak pandang di Bandara APT Pranoto Samarinda sempat turun hingga sekitar 50 meter pada Kamis (17/9/2026) pagi. 

Kondisi tersebut membuat seluruh penerbangan yang terjadwal di bandara terdampak penundaan, sementara satu penerbangan Garuda Indonesia yang sudah terbang masih menunggu kondisi untuk menentukan apakah dapat mendarat atau dialihkan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan jarak pandang mulai berangsur meningkat, namun belum cukup untuk memungkinkan pesawat melakukan pendaratan.

“Dari tadi pagi jaraknya 50 meter. Terus sekarang naik sudah jadi 450 meter, mudah-mudahan bisa membaik lagi. Sampai saat ini belum ada pesawat yang bisa landing,” kata Kadek saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026). 

Ia menjelaskan, pesawat Garuda Indonesia yang sudah terbang menuju Samarinda saat ini masih dalam posisi holding. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk mendarat, penerbangan tersebut berpotensi dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, seperti yang terjadi pada penerbangan Batik Air sehari sebelumnya.

Sementara penerbangan lainnya masih ditunda keberangkatannya dari bandara asal. Kadek menyebut maskapai yang terdampak antara lain Batik Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Super Air Jet.

Operasional penerbangan hari ini masih menunggu perkembangan jarak pandang. Apabila kondisi kembali memenuhi batas operasional, maka penerbangan dapat dilanjutkan.

“Kalau jarak pandangnya sudah mencapai 3.000 saja, itu sudah ada yang bisa masuk. Ini masih 400 di sini,” jelasnya.

Saat ini, pihak bandara dan maskapai masih menunggu informasi mengenai perkembangan jarak pandang di lapangan dari BMKG sebagai salah satu pertimbangan operasional penerbangan.

Di situasi ini, Kadek mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari APT Pranoto untuk berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing.

“Silakan menghubungi maskapainya untuk dikoordinasikan. Biasanya maskapai juga akan memberikan informasi melalui SMS atau WhatsApp,” pungkasnya.