8 Kg Sabu di Berau Dimusnahkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pemusnahan 8kg sabu di Polres Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Pemusnahan 8kg sabu di Polres Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

8 Kg Sabu di Berau Dimusnahkan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pemusnahan 8kg sabu di Polres Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Pemusnahan 8kg sabu di Polres Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

8 Kg Sabu di Berau Dimusnahkan

Pemusnahan 8kg sabu di Polres Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Sebanyak 8 kilogram sabu yang disita dari 14 perkara narkotika di Kabupaten Berau akhirnya dimusnahkan.

Namun di balik barang bukti yang dimusnahkan, kepolisian masih menghadapi pekerjaan besar untuk memutus rantai peredarannya.

Polres Berau mencatat total sabu yang dimusnahkan mencapai 8.039,8 gram atau 8 Kg lebih. Barang haram tersebut merupakan hasil pengungkapan dengan 16 tersangka, terdiri dari 12 laki-laki dan empat perempuan.

Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, mengatakan terdapat tiga tersangka yang berkaitan dengan pengungkapan sabu dalam jumlah besar.

“Dari tiga tersangka itu, barang buktinya mencapai sekitar 8 kilogram,” ujarnya.

Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 12 Juni 2026. Polisi saat itu mengendus sebuah rumah di kawasan Gang Madurjo, Gang Merjo, Kelurahan Gunung Panjang, yang diduga menjadi lokasi penyimpanan sementara sabu.

Dari hasil penyelidikan, narkotika tersebut diduga dikirim dari luar Berau dan diterima tersangka berinisial PNG. Barang kemudian kembali bergerak setelah PNG mendapat instruksi untuk menyerahkan sebagian sabu kepada RM.

Polisi yang telah lebih dulu mengamankan PNG kemudian melakukan controlled delivery untuk mengikuti alur pengiriman hingga penerima berikutnya.

“Dari sekitar 8 Kg yang diterima PNG, sebagian diserahkan kepada RM atas perintah MK,” jelas Agus.

Dari pengembangan tersebut, RM akhirnya diamankan. Polisi menyita sekitar 1,8 kilogram sabu yang ditemukan setelah dilakukan penimbangan.

Nama MK turut muncul dalam perkara ini. Polisi menduga MK berperan sebagai pemilik sekaligus pengendali barang. Saat ini, MK masih menjalani proses hukum di lembaga pemasyarakatan di Tarakan.

Pengungkapan tersebut sekaligus membuka gambaran mengenai pola distribusi narkotika di Berau. Polisi menemukan sejumlah perkara memiliki pola yang hampir sama, yakni barang terlebih dahulu masuk atau dikendalikan dari kawasan Tanjung Redeb sebelum bergerak menuju wilayah lain.

Agus menyebut, penyidik kini tengah memetakan nama-nama yang diduga berada di balik jaringan tersebut.

“Nama-namanya sudah kami petakan. Pengendali yang muncul sekitar dua sampai tiga orang,” katanya.

Pemetaan itu dilakukan tidak hanya terhadap perkara dengan barang bukti besar, tetapi juga pengungkapan yang dilakukan jajaran polsek. Dari sejumlah kasus, polisi menemukan indikasi bahwa Tanjung Redeb masih menjadi titik kendali sebelum narkotika didistribusikan ke wilayah lain di Berau.

“Sebagian besar barang dikirim dari Tanjung Redeb lalu diteruskan ke daerah lain,” ungkap Agus.

Meski demikian, polisi masih mendalami keterkaitan antarperkara untuk memastikan sejauh mana jaringan tersebut terhubung. Pengembangan juga diarahkan untuk mengungkap pihak yang berperan sebagai pengendali utama.

Sementara itu, seluruh sabu yang telah memiliki ketetapan untuk dimusnahkan dihancurkan dengan cara dilarutkan menggunakan air panas dan dicampur bahan pembersih. Langkah tersebut dilakukan agar barang bukti tidak lagi dapat digunakan.

Pemusnahan turut disaksikan unsur penegak hukum, termasuk penyidik, jaksa penuntut umum, hakim, tersangka, dan penasihat hukum. Berita acara pemusnahan selanjutnya menjadi bagian dari kelengkapan masing-masing berkas perkara.

Polisi memastikan pengembangan kasus tidak berhenti pada pemusnahan barang bukti. Rantai distribusi dan pihak yang diduga mengendalikan peredaran narkotika di Berau masih menjadi sasaran penyelidikan berikutnya.