Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Musim kemarau di Kota Samarinda diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan Oktober 2026.
Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda, Duo Rahman Abdilah menyebut curah hujan diprediksi mulai berangsur membaik pada Oktober, meski prakiraan resmi mengenai awal musim hujan masih menunggu pemantauan lebih lanjut.
Ia mengatakan sejumlah wilayah sebelumnya diprediksi mengalami musim kemarau pada September hingga Oktober, dengan sebagian besar diperkirakan terjadi pada Oktober.
“Sejauh ini kemungkinan kemarau berakhir di bulan Oktober,” kata Rahman.
Lebih lanjut ia menjelaskan, potensi hujan dalam dasarian terakhir masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil analisis BMKG, curah hujan berada pada kategori rendah, yakni sekitar 0 hingga 20 milimeter.
Meski demikian, BMKG memperkirakan kondisi curah hujan mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap pada Oktober.
“Prediksi kami di bulan Oktober mulai ada curah hujan yang lebih berangsur membaik,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan secara langsung kapan musim hujan akan dimulai maupun menetapkan secara resmi periode musim hujan. Informasi tersebut nantinya akan disampaikan melalui rilis resmi BMKG dan menjadi acuan prakiraan musim.
Sementara itu, hujan sempat mengguyur sebagian wilayah Samarinda pada Kamis (17/9/2026) malam, meski intensitasnya tidak deras. Kondisi tersebut belum serta-merta menunjukkan masuknya musim hujan karena potensi curah hujan secara umum masih rendah.
Di tengah kondisi tersebut, kualitas udara di Samarinda juga masih perlu diwaspadai. Hasil pemantauan BMKG di Bandara APT Pranoto pukul 10.00 WITA menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 84,7.
Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker dan meminimalkan aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara kembali memburuk.


