21 SD Adu Inovasi, Taman Numerasi Jadi Cara Baru Belajar Matematika di Bontang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Disdikbud Bontang Gelar Lomba Taman Numerasi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Disdikbud Bontang Gelar Lomba Taman Numerasi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

21 SD Adu Inovasi, Taman Numerasi Jadi Cara Baru Belajar Matematika di Bontang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Disdikbud Bontang Gelar Lomba Taman Numerasi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Disdikbud Bontang Gelar Lomba Taman Numerasi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

21 SD Adu Inovasi, Taman Numerasi Jadi Cara Baru Belajar Matematika di Bontang

Disdikbud Bontang Gelar Lomba Taman Numerasi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Pembelajaran numerasi di sekolah dasar tidak lagi hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai mendorong pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar matematika yang lebih kreatif, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Taman Numerasi Jenjang SD/MI se-Kota Bontang Tahun 2026 yang untuk pertama kalinya digelar oleh Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS). Kegiatan ini diikuti 21 sekolah dasar negeri dan swasta dan berlangsung selama tiga hari, Selasa (15/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026).

Lomba tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat budaya numerasi sekaligus mendorong sekolah menghadirkan inovasi pembelajaran matematika yang tidak monoton. Konsep taman numerasi memungkinkan berbagai materi matematika dikemas melalui permainan, media edukatif, maupun aktivitas yang memanfaatkan lingkungan sekolah.

Koordinator Pengawas TK-SD, Efie Parabang, mengatakan lomba tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi pemicu bagi sekolah untuk terus mengembangkan lingkungan belajar yang mendukung penguatan numerasi.

“Kami ingin taman numerasi tidak hanya menjadi taman, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang belajar. Anak-anak bisa belajar matematika sambil bermain, bereksplorasi, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah,” ujar Efie, Jumat (18/9/2026).

Sementara itu, Ketua KKPS Akhmadi menilai pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dapat menjadi salah satu bentuk inovasi untuk membuat pembelajaran numerasi lebih menarik bagi peserta didik.

“Numerasi tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah, konsep matematika bisa dibuat lebih konkret dan menyenangkan bagi siswa,” katanya.

Sebagai kegiatan perdana, lomba ini diharapkan menjadi titik awal bagi sekolah untuk membangun lingkungan belajar numerasi yang menyenangkan dan kontekstual. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal angka dan rumus secara teoritis, tetapi juga dapat memahami konsep matematika melalui pengalaman langsung.

Penilaian dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, dewan juri menilai video profil Taman Numerasi dari seluruh 21 sekolah peserta. Dari hasil penilaian tersebut, ditetapkan 10 sekolah yang berhak melanjutkan ke tahap kedua berupa visitasi dan verifikasi lapangan.

Dewan juri berasal dari lintas perangkat daerah, yakni perwakilan Disdikbud M. Arfa, DKP3AKB Trully Tisna Milasari, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Windy Firdausi.

Salah satu peserta, SDN 012 Bontang Selatan, memanfaatkan area sekolah sebagai ruang belajar matematika secara langsung. Sejumlah permainan edukatif dan media numerasi ditempatkan di lingkungan sekolah untuk mendorong siswa belajar dengan cara yang lebih aktif dan menyenangkan.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa penguatan numerasi dapat dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas dan lingkungan yang sudah tersedia di sekolah. Materi matematika dapat dikaitkan dengan aktivitas sederhana sehingga siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih konkret.

Pelaksanaan lomba juga didukung kolaborasi Pemerintah Kota Bontang dengan dunia usaha dalam pengembangan taman numerasi sebagai media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual.

Adapun 10 sekolah yang lolos ke tahap kedua berdasarkan hasil penilaian tahap pertama yakni SD 2 Yayasan Pupuk Kaltim, SDN 003 Bontang Utara, SDN 011 Bontang Selatan, SDN 001 Bontang Selatan, SDN 008 Bontang Utara, SDN 009 Bontang Utara, SDN 012 Bontang Selatan, SDN 010 Bontang Utara, SD Muhammadiyah 1, dan SDN 007 Bontang Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, Disdikbud Bontang mendorong sekolah tidak berhenti pada pembangunan fisik taman numerasi, tetapi menjadikannya bagian dari proses pembelajaran. Lingkungan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai ruang bagi siswa untuk bermain, bereksplorasi, sekaligus memahami konsep numerasi melalui pengalaman nyata.