Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan seluruh pihak yang memiliki dan menjual masker agar tidak memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kabut asap dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, penggunaan masker tetap diperlukan masyarakat sebagai salah satu upaya perlindungan diri dari paparan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masker perlu diantisipasi agar ketersediaannya tetap terjaga dan masyarakat dapat memperolehnya dengan harga yang wajar.
Karena itu, ia mengimbau seluruh pihak yang memiliki akses terhadap masker maupun menjualnya untuk tidak melakukan penimbunan ataupun mengambil keuntungan secara berlebihan.
“Karena meningkatnya kebutuhan akan alat pelindung diri berupa masker ini. Maka kami menghimbau kepada seluruh pihak yang memiliki akses atau memiliki masker untuk menjaga. Menjaga agar masih menjual masker ini di harga yang wajar,” ujarnya. Jumat (18/9/2026)
Aulia menegaskan, Pemkab Kukar tidak akan tinggal diam apabila ditemukan adanya pihak yang sengaja menimbun masker atau menjualnya dengan harga di luar kewajaran.
Ia menyebut, harga masker telah memiliki ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang menjadi acuan dalam penjualan kepada masyarakat.
“Kami tidak segan-segan dari pemerintah daerah ketika ada pihak-pihak yang hari ini berupaya untuk menimbun masker. Kedua, berupaya untuk menjual masker di luar harga kewajaran karena semua sudah ada harga eceran tertingginya,” tegasnya.
Untuk itu, pemerintah daerah melalui dinas dan badan terkait akan melakukan pengawasan serta mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Maka kami dari pemerintah daerah melalui dinas badan terkait akan melakukan penindakan tegas terkait dengan hal ini,” katanya.
Aulia berharap kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar dapat segera berlalu. Ia juga berharap kualitas udara kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa.
“Kita berharap musibah ini bisa cepat berlalu dan kualitas udara kita bisa kembali normal lagi,” pungkasnya. (Adv)



