Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Produk Smooth Fluid 05 (SF-05) dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) V Balikpapan mulai digunakan untuk mendukung kebutuhan industri hulu Minyak dan Gas (Migas).
Penyaluran perdana dilakukan untuk BP Tangguh LNG di Sorong, Papua Barat Daya, dengan volume mencapai 12.000 barel. Penyaluran tersebut ditandai dengan seremoni di Kaki Jetty 5A RU V Balikpapan pada Selasa (15/9/2026).
Volume penyaluran perdana tersebut tergolong besar. General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyebut jumlah itu lebih tinggi dibandingkan kebutuhan yang selama ini diproyeksikan berada di kisaran 3.000 hingga 5.000 barel setiap lifting.
"Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan penyaluran perdana SF-05 ke BP Tangguh LNG dengan quantity loading 12.000 barrel. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan demand existing yang dirancang sekitar 3.000 hingga 5.000 barrel per lifting," ujar Anto dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, penyaluran tersebut menjadi momentum bagi RU V Balikpapan untuk memperluas pemanfaatan SF-05, sekaligus membuka peluang pasar baru untuk produk yang digunakan dalam kebutuhan kegiatan pengeboran migas.
Anto berharap penyaluran kepada BP Tangguh LNG tidak berhenti pada pengiriman perdana, tetapi dapat berlanjut secara berkelanjutan.
Ia juga berharap semakin banyak perusahaan migas yang memanfaatkan SF-05 untuk mendukung kegiatan operasionalnya.
SF-05 sendiri merupakan produk dengan spesifikasi khusus yang dikembangkan untuk kebutuhan industri pengeboran minyak dan gas.
Pengembangan produk tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, PT Pertamina Lubricants, PT Synergy Perkasa Sejahtera, PT MI Indonesia dan Fungsi Technology Innovation & Implementation (TII) PT Pertamina (Persero).
Perwakilan PT MI Indonesia, Agung Heru Wijanarko mengatakan penggunaan SF-05 untuk mendukung kebutuhan industri migas menjadi salah satu bukti hasil pengembangan produk dalam negeri.
"Kami sangat bangga melihat produk unggulan yang dikembangkan di Indonesia dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan industri migas. Ini merupakan hasil dari kolaborasi yang panjang," katanya.
Agung berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan oleh industri migas.
Sementara itu, Benny Mamyo dari PT Synergy Perkasa Sejahtera menyebut pengembangan SF-05 bukan proses yang berlangsung singkat.
Inovasi produk tersebut telah melalui perjalanan sekitar satu dekade.
"Ini merupakan perjalanan inovasi yang sudah berjalan kurang lebih 10 tahun. Kami terus berupaya menghadirkan produk yang dapat digunakan oleh industri dalam negeri," ujarnya.
Menurut Benny, penyaluran perdana ke BP Tangguh LNG menjadi salah satu momentum penting dari perjalanan pengembangan SF-05.
Ia berharap kolaborasi antarpihak dapat terus berkembang sehingga pemanfaatan produk tersebut semakin luas.
Dengan pengiriman perdana sebanyak 12.000 barel, SF-05 produksi RU V Balikpapan kini mulai masuk dalam kebutuhan industri hulu migas di luar Kalimantan.
Penyaluran tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pasar SF-05 ke depan, seiring kebutuhan produk pendukung kegiatan pengeboran dan operasional industri migas.


