Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Kondisi kemarau membuat sejumlah kolam bekas galian tambang atau void di Samarinda dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengatakan, sejumlah void eks tambang memang dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan warga selama kemarau, baik untuk keperluan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) maupun pengairan sawah.
Di antaranya terdapat satu void di Bantuas dan dua lokasi di Bukuan Kecamatan Palaran yang dimanfaatkan untuk kebutuhan MCK dan pengairan sawah.
“Rata-rata dari hasil eks void tambang yang dimanfaatkan, baik untuk pengairan ataupun MCK, masih memenuhi standar. Tapi tidak boleh untuk minum atau masak,” kata Suwarso, Kamis (17/9/2026).
Ia mengatakan, pemanfaatan air dari void tersebut tetap melalui pemeriksaan kualitas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebelum dialirkan kepada masyarakat. Pengujian dilakukan untuk memastikan air memenuhi persyaratan sesuai peruntukannya.
“Setelah memenuhi syarat baru digunakan dengan batas-batas tertentu,” jelasnya.
Meski demikian, Suwarso mengingatkan masyarakat agar tidak turun langsung ke dalam kolam bekas tambang. Masyarakat diminta tetap berhati-hati karena keberadaan kolam tersebut memiliki risiko keselamatan maupun keterbatasan dalam pemanfaatan air.
Imbauan ini menjadi perhatian setelah seorang anak berusia tujuh tahun ditemukan meninggal dunia di dasar kolam bekas tambang di kawasan Bayur, Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (15/9/2026) malam.
Plt Lurah Sempaja Utara, Hadriansyah mengatakan, kolam tersebut selama ini memang dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi kemarau. Selain mandi, sebagian warga menggunakan air untuk mencuci pakaian dan kebutuhan lainnya.
Menurut informasi yang diterimanya, korban datang ke lokasi bersama kakaknya sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, sejumlah anak sedang bermain di sekitar kolam.
Korban sempat mandi di bagian pinggir kolam dan telah diingatkan agar tidak berenang ke tengah karena tidak bisa berenang. Namun, ketika nenek korban sedang mencuci pakaian, korban diketahui telah menghilang.
Ia menyebut sebelumnya belum terdapat papan larangan di lokasi tersebut. Pemerintah Kelurahan Sempaja Utara bersama Babinsa, LPM, dan tokoh masyarakat akan memasang spanduk imbauan agar warga tidak beraktivitas di sekitar kolam.
"Nanti kita akan minta untuk segera dipasang papan informasi di lokasi-lokasi bekas galian tambang," ujar Hadriansyah.
Hadriansyah juga akan bersurat kepada RT-RT yang wilayahnya berdekatan dengan kolam eks tambang yang belum ditutup agar memasang pengumuman dan mengingatkan warga.
“Yang utama kadang-kadang anak-anak itu izinnya ke A, setelah itu ke B larinya apalagi teman-teman mengajak. Itu yang kadang-kadang di luar kendali orang tua,” pungkasnya.


