Tinggal Seorang Diri, Pria 52 Tahun Ditemukan Meninggal di Selisun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Personel Polsek Nunukan saat mengevakuasi korban yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)
Personel Polsek Nunukan saat mengevakuasi korban yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tinggal Seorang Diri, Pria 52 Tahun Ditemukan Meninggal di Selisun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Personel Polsek Nunukan saat mengevakuasi korban yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)
Personel Polsek Nunukan saat mengevakuasi korban yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tinggal Seorang Diri, Pria 52 Tahun Ditemukan Meninggal di Selisun

Personel Polsek Nunukan saat mengevakuasi korban yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia (Foto: Polres Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN — Seorang pria bernama Susanto (52) ditemukan meninggal dunia di rumah yang ditempatinya seorang diri di Jalan Pattimura atau kawasan Kandang Babi, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni melalui Kasi Humas, IPDA Idris mengatakan penemuan jenazah tersebut pertama kali diketahui oleh rekan korban Jumadi, yang datang ke rumah korban.

Menurut keterangan polisi, Jumadi sebelumnya telah dihubungi korban melalui telepon sekitar pukul 10.28 WITA.

Saat itu, korban meminta bantuan untuk diurut karena mengeluhkan kondisi tubuh yang sakit dan mengalami demam.

"Saat itu saksi masih sibuk dan menyampaikan kepada korban bahwa baru dapat datang pada sore hari. Sekitar pukul 16.00 WITA, saksi kemudian mendatangi rumah korban," kata Idris. Setibanya di lokasi, Jumadi melihat korban sudah tergeletak di bagian belakang rumah.

Merasa khawatir korban mengalami sesuatu, saksi kemudian pergi ke bengkel milik Sundi yang berada tidak jauh dari rumah korban untuk memberitahukan kondisi tersebut.

Jumadi bersama empat orang lainnya kemudian kembali ke rumah korban untuk melakukan pengecekan. Saat itu, korban sudah dalam kondisi kaku dan diketahui telah meninggal dunia.

Idris mengatakan dugaan awal korban meninggal karena sakit didasarkan pada keterangan saksi dan keluarga mengenai riwayat penyakit jantung yang telah lama diderita korban.

"Informasi awal yang kami terima, korban memang sudah lama memiliki riwayat penyakit jantung. Keterangan tersebut disampaikan oleh saksi dan juga dibenarkan oleh adik kandung korban," ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, Susanto telah menderita penyakit jantung kurang lebih selama empat tahun. Korban bahkan disebut telah menjalani perawatan dan dipasangi tiga ring pada jantung.

Selain itu, menurut keterangan saksi, kondisi kesehatan korban sebelumnya juga telah diketahui oleh Sundi selaku pimpinan tempat korban bekerja. Sundi beberapa kali membantu biaya pengobatan korban dan sempat menyarankan agar Susanto berhenti bekerja atau kembali ke kampung halamannya di Trenggalek, Jawa Timur.

Namun, korban disebut tetap memilih bekerja karena masih ingin membiayai anak-anaknya yang berada di Jawa.

Susanto diketahui telah lama tinggal di Nunukan dan sebelumnya bekerja sebagai karyawan proyek pada Sundi. Korban tinggal seorang diri di rumah yang merupakan milik Sundi.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Sundi menghubungi adik kandung korban, Setyo Aji, yang berdomisili di Kecamatan Sei Manggaris. Keluarga korban yang berada di Jawa juga diberi tahu mengenai kejadian tersebut.

Polisi menyebut, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi serta keterangan saksi dan keluarga, tidak terdapat informasi awal yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan terhadap korban. Dugaan sementara korban meninggal secara wajar akibat penyakit yang dideritanya.

Meski demikian, keterangan tersebut merupakan dugaan awal berdasarkan informasi yang dihimpun polisi di lapangan, bukan kesimpulan medis mengenai penyebab kematian korban.