125 Guru PAUD di Paser Ikuti Yudisium UWGM Samarinda Melalui Program RPL

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi bersama para peserta program RPL yang melaksanakan yudisium di UWGM Samarinda. (Foto : Dok Disdikbud Paser)
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi bersama para peserta program RPL yang melaksanakan yudisium di UWGM Samarinda. (Foto : Dok Disdikbud Paser)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

125 Guru PAUD di Paser Ikuti Yudisium UWGM Samarinda Melalui Program RPL

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi bersama para peserta program RPL yang melaksanakan yudisium di UWGM Samarinda. (Foto : Dok Disdikbud Paser)
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi bersama para peserta program RPL yang melaksanakan yudisium di UWGM Samarinda. (Foto : Dok Disdikbud Paser)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

125 Guru PAUD di Paser Ikuti Yudisium UWGM Samarinda Melalui Program RPL

Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi bersama para peserta program RPL yang melaksanakan yudisium di UWGM Samarinda. (Foto : Dok Disdikbud Paser)

Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin 

TANA PASER - Program inisiatif DPRD Paser, yakni Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) masih dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

Sebanyak 125 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang merupakan penerima manfaat RPL tahap satu mengikuti prosesi yudisium di Ruang Serba Guna Gedung C Kampus Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Jumat (18/9/2026).

“Apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser yang melaksanakan dan mengawal realisasi program RPL yang kami inisiasi,” kata Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi, Sabtu (19/9/2026).

Hendra menyebut inisiatif program RPL tersebut sebagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Paser yang berpengaruh signifikan terhadap pengurangan kemiskinan, penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Paser, Sukardi mengatakan 125 peserta program RPL tersebut berdomisili di Bumi Daya Taka.

“Kami juga ingin semua guru PAUD di Paser memiliki pendidikan yang sesuai. Dengan program RPL, pengalaman dan ilmu mereka bertambah,” kata Sukardi.

Disebutkan, tidak sedikit guru PAUD di Paser yang memiliki pendidikan yang linier dengan pekerjaannya.

Jika mereka merupakan lulusan diploma bisa meneruskan kuliah hingga Sarjana Strata Satu (S1), maka hanya mengikuti Satuan Kredit Semester (SKS) yang dibutuhkan.

Selain IPM, program RPL juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, sekaligus percepatan pemenuhan tenaga pendidik minimal berijazah S1 di Paser.

“Program ini sejalan dengan Visi Misi Paser Tuntas, terutama dalam hal pendidikan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM),” tutur Sukardi.

Diketahui, Pemkab Paser melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota kesepahaman dengan UWGM untuk menjalankan program RPL tersebut pada 2024 lalu.

Setelah program RPL tahap satu ini rampung, Disdikbud Paser akan melanjutkan program serupa demi mewujudkan pemerataan kualifikasi dan mutu pendidik di seluruh penjuru Bumi Daya Taka.