Banner ADV

Imbas Kabut Asap, Penerbangan di Berau Alami Gangguan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2236 kali dibaca
Wabup Berau di Bandara Kalimarau.(Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wabup Berau di Bandara Kalimarau.(Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Imbas Kabut Asap, Penerbangan di Berau Alami Gangguan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2236 kali dibaca
Wabup Berau di Bandara Kalimarau.(Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wabup Berau di Bandara Kalimarau.(Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Imbas Kabut Asap, Penerbangan di Berau Alami Gangguan

2236
Wabup Berau di Bandara Kalimarau.(Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Aktivitas penerbangan di Kabupaten Berau belum sepenuhnya lepas dari ancaman kabut asap. 

Kondisi jarak pandang di Bandara Kalimarau yang berubah-ubah membuat pesawat yang hendak masuk maupun keluar Berau harus menyesuaikan kondisi di lapangan.

Pada Jumat (18/9/2026), jarak pandang di kawasan Bandara Kalimarau sempat membaik hingga sekitar 2.000 meter. 

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Jarak pandang kembali merosot hingga berada di kisaran 1.500 meter.

Situasi ini membuat penerbangan harus mengambil langkah ekstra sebelum menentukan pendaratan. 

Pesawat yang datang ke Berau bahkan sempat melakukan holding atau berputar di udara sambil menunggu kondisi memungkinkan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis yang memantau langsung situasi di Bandara Kalimarau mengatakan salah satu pesawat dari Jakarta telah beberapa kali melakukan holding. 

Sebab kondisi belum memungkinkan, pesawat akhirnya mengakhiri penerbangan menuju Berau dan kembali ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

“Sudah beberapa kali holding, akhirnya kembali ke Balikpapan,” kata Gamalis.

Di waktu yang sama, pesawat Batik Air dari Surabaya juga masih berada dalam kondisi holding di sekitar wilayah Berau. 

Perubahan jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan apakah pesawat dapat melanjutkan proses pendaratan.

Gamalis menyebut kondisi tersebut menunjukkan kabut asap masih menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran penerbangan di Berau.

Gangguan penerbangan akibat asap mulai terasa sejak Kamis (17/9/2026). Perubahan kondisi berlangsung cukup cepat. Jarak pandang yang sebelumnya mencapai sekitar 3.500 meter turun menjadi hanya 1.500 meter.

Penurunan tersebut berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan. Sejumlah pesawat yang seharusnya melayani rute dari dan menuju Berau pada Kamis terpaksa membatalkan penerbangan.

Beberapa penerbangan yang terdampak di antaranya Wings Air rute Berau-Samarinda-Berau, Super Air Jet rute Balikpapan-Berau, serta Sriwijaya Air dengan rute Ujung Pandang-Berau-Balikpapan.

Kondisi ini membuat operasional penerbangan di Berau berjalan dengan menyesuaikan situasi cuaca dan kualitas udara secara berkala. 

Ketika jarak pandang berubah cepat, maka keputusan keberangkatan maupun pendaratan juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Pihak bandara pun masih memantau kemungkinan membaiknya jarak pandang sehingga penerbangan dapat kembali berjalan normal.

“Semua masih menunggu perkembangan dan melihat apakah jarak pandang bisa kembali membaik,” pungkasnya. (Adv)