Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang periode 2026–2030 langsung dihadapkan pada tantangan besar.
Selain membenahi organisasi dan sistem pembinaan atlet, KONI di bawah kepemimpinan Andi M Amri ditargetkan mampu membawa kontingen Bontang bersaing di papan atas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur.
Andi Amri resmi ditetapkan sebagai Ketua KONI Bontang melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (MUSORKOTLUB) di Pendopo, Sabtu (19/9/2026). Ia menjadi calon tunggal setelah tiga orang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran.
Namun, hasil verifikasi administrasi menyatakan hanya Andi Amri yang memenuhi seluruh persyaratan.
Usai ditetapkan, Andi Amri menegaskan pentingnya membangun KONI sebagai organisasi yang melibatkan seluruh unsur olahraga. “KONI ini punya kita semua. Mari bersama-sama saling membantu,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan prestasi tidak dapat hanya dibebankan kepada KONI. Diperlukan sinergi antara pengurus cabang olahraga (cabor), atlet, pemerintah daerah, hingga pihak swasta untuk membangun pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta kepengurusan baru menjadikan berbagai persoalan pada periode sebelumnya sebagai bahan evaluasi.
Pembenahan, kata dia, perlu dilakukan tidak hanya pada struktur organisasi, tetapi juga menyentuh pola pembinaan atlet.
“Semoga ketua terpilih yang baru dapat memperbaiki struktur organisasinya dan memperbaiki pembinaan atletnya,” kata Agus.
Tantangan tersebut semakin besar mengingat persiapan Bontang menuju Porprov. Dalam MUSORKOTLUB, disebutkan sekitar 1.720 medali akan diperebutkan, sementara Bontang mempersiapkan sekitar 912 atlet untuk ambil bagian.
Wakil Ketua II KONI Provinsi Kalimantan Timur Andri Dauri Husain bahkan memasang target bagi Bontang untuk mampu menembus tiga besar.
“Saya pastikan Kota Bontang mampu masuk tiga besar,” ujarnya.
Target tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi kepengurusan Andi Amri. Konsolidasi organisasi, pemetaan potensi atlet, penguatan cabor, serta koordinasi dengan pemerintah dan pihak pendukung olahraga menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan menuju kompetisi.
MUSORKOTLUB turut dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Wakil Ketua II KONI Kaltim Andri Dauri Husain, Plt Ketua KONI Bontang, Ketua KONI Bontang periode 2011–2014 H. Udin Mulyono, para ketua cabor se-Kota Bontang, serta sejumlah pimpinan perusahaan di Bontang.


