Banner ADV

Titah Sultan dan Dentuman Gong Tandai Pembukaan Erau 2026 di Tenggarong

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembukaan Erau 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Pembukaan Erau 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Titah Sultan dan Dentuman Gong Tandai Pembukaan Erau 2026 di Tenggarong

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pembukaan Erau 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Pembukaan Erau 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Titah Sultan dan Dentuman Gong Tandai Pembukaan Erau 2026 di Tenggarong

Pembukaan Erau 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Festival Adat Erau 2026 resmi digelar di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (20/9/2026).

Pembukaan ditandai dengan pembacaan Titah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, yang dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian Festival Adat Erau 2026.

Ribuan masyarakat, tamu undangan, dan wisatawan turut menyaksikan prosesi pembukaan festival adat yang menjadi salah satu agenda budaya penting di Kabupaten Kukar tersebut.

Pembukaan Erau 2026 turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, serta sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kukar.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan dan wisatawan yang hadir untuk menyaksikan Festival Adat Erau 2026.

“Selamat datang di Kutai Kartanegara, tempat adat, sejarah, agama, kebudayaan dan kehidupan masyarakat, hidup berdampingan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Menurut Aulia, Erau Adat bukan sekadar festival tahunan maupun kegiatan budaya semata. Lebih dari itu, Erau merupakan warisan leluhur yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kutai.

“Erau adalah warisan leluhur, fondasi identitas dan mata rantai peradaban yang melintasi zaman,” katanya.

Ia mengatakan, berbagai nilai kehidupan masyarakat Kutai juga tercermin dalam pelaksanaan Erau. Di dalamnya terdapat penghormatan kepada leluhur, kesetiaan terhadap adat, kebersamaan masyarakat, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Di dalam Erau, tersimpan penghormatan kepada leluhur, kesetiaan kepada adat, kebersamaan masyarakat, serta prinsip harmoni antara manusia, alam dan Sang Pencipta,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, mengapresiasi pelaksanaan Erau yang dinilai telah menjadi salah satu magnet pariwisata di Kukar dan Kalimantan Timur.

Menurutnya, budaya menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Karena itu, kekayaan budaya dan adat istiadat di berbagai daerah perlu terus dijaga dan dilestarikan.

“Kenapa orang memilih ke Indonesia, bukan Malaysia, bukan Vietnam, Thailand. Alasan utamanya, bukan karena pantainya, keindahan alamnya, tapi budaya,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Festival Adat Erau dapat terus menjadi bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Kukar, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. (Adv)