IDI Paser Latih 112 Dokter Kuasai USG EFAST untuk Penanganan Kegawatdaruratan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kegiatan Paser Medical Update Series 2 oleh IDI Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)
Kegiatan Paser Medical Update Series 2 oleh IDI Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

IDI Paser Latih 112 Dokter Kuasai USG EFAST untuk Penanganan Kegawatdaruratan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kegiatan Paser Medical Update Series 2 oleh IDI Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)
Kegiatan Paser Medical Update Series 2 oleh IDI Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

IDI Paser Latih 112 Dokter Kuasai USG EFAST untuk Penanganan Kegawatdaruratan

Kegiatan Paser Medical Update Series 2 oleh IDI Paser. (Foto: Luthfi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan 

TANA PASER - Sebanyak 112 dokter umum anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser mengikuti Workshop Ultrasonografi Extended Focused Assessment with Sonography in Trauma (EFAST), di Aula Buen Kesong RSUD Panglima Sebaya, Minggu (20/9/2026).

Workshop ini merupakan rangkaian Paser Medical Update Series 2. Sebagai upaya meningkatkan keterampilan dokter dalam penanganan pasien trauma dan kegawatdaruratan.

Kegiatan menghadirkan dr. Dian Ika Rizky, Sp.Rad sebagai trainer dengan didampingi dr. Santi sebagai co-trainer. Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Amri Yulihardi, S.ST., M.Si.

Ketua IDI Cabang Paser, dr. Ahmad Hadiwijaya, Sp.A., M.Kes., M.H., mengatakan bahwa penguasaan keterampilan praktis menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan dokter menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.

“Dalam kondisi gawat darurat, kecepatan dan ketepatan penilaian pasien sangat penting. Karena itu, melalui Paser Medical Update kami tidak hanya ingin memperbarui pengetahuan para dokter, tetapi juga meningkatkan keterampilan yang dapat langsung digunakan dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar dr. Ahmad.

EFAST membantu deteksi cepat kondisi mengancam nyawa. EFAST merupakan salah satu metode pemeriksaan ultrasonografi cepat atau point-of-care ultrasound (POCUS) yang dapat dilakukan langsung di sisi pasien, terutama pada kasus trauma.

Melalui EFAST, dokter dapat melakukan penilaian cepat untuk membantu mendeteksi adanya cairan bebas yang mengarah pada perdarahan di rongga perut, cairan di sekitar jantung, serta kondisi seperti pneumotoraks dan hemotoraks.

Pemeriksaan ini memiliki sejumlah keunggulan karena bersifat cepat, noninvasif, tidak menggunakan radiasi, dapat dilakukan berulang, serta dapat dikerjakan di ruang gawat darurat tanpa harus memindahkan pasien yang belum stabil.

Hasil EFAST dapat menjadi salah satu informasi penting bagi dokter dalam menentukan prioritas penanganan, kebutuhan pemeriksaan lanjutan, konsultasi, maupun tindakan segera pada pasien trauma.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga memperoleh kesempatan melakukan praktik langsung (hands-on) dengan pendampingan trainer sehingga keterampilan yang diperoleh dapat lebih mudah diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

Ketua Panitia Paser Medical Update Series 2, dr. Sutan, mengatakan antusiasme peserta terlihat selama berlangsungnya kegiatan. Para dokter aktif mengikuti sesi teori maupun praktik dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.

Peserta juga berharap workshop IDI Paser berikutnya kembali menghadirkan materi yang mampu menambah keterampilan klinis praktis dokter, sebagaimana yang diperoleh melalui pelatihan EFAST kali ini.

Menurut dr. Ahmad, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen IDI Paser untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya dokter di Kabupaten Paser.

“Harapannya, semakin banyak keterampilan yang dikuasai dokter, semakin baik pula pelayanan yang dapat kita berikan. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi dokter harus bermuara pada keselamatan dan kualitas pelayanan kepada pasien,” tutupnya.