Banner ADV

Tiang Ayu Didirikan Jadi Tanda Dimulainya Rangkaian Inti Erau 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Penutur Bahasa Belian, Sartin. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Penutur Bahasa Belian, Sartin. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tiang Ayu Didirikan Jadi Tanda Dimulainya Rangkaian Inti Erau 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Penutur Bahasa Belian, Sartin. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)
Penutur Bahasa Belian, Sartin. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

 Tiang Ayu Didirikan Jadi Tanda Dimulainya Rangkaian Inti Erau 2026

Penutur Bahasa Belian, Sartin. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Pendirian Tiang Ayu menjadi salah satu prosesi inti dalam rangkaian adat dan budaya Erau Adat Kutai Kartanegara. Prosesi sakral tersebut resmi dilaksanakan di Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (20/9/2026).

Pendirian Tiang Ayu menjadi penanda bahwa rangkaian ritual adat Erau 2026 telah memasuki tahapan inti. Tiang Ayu selanjutnya akan berdiri selama tujuh hari tujuh malam selama rangkaian Erau berlangsung.

Penutur Bahasa Belian, Sartin, menjelaskan pendirian Tiang Ayu menandai dimulainya pekerjaan inti dalam rangkaian Erau.

“Yang kita laksanakan yang sekarang adalah pendirian tiang ayu. Pendirian tiang ayu itu bertanda pendirinya suatu pekerjaan atau mulainya suatu pekerjaan yang pekerjaan yang inti,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan sebelum pendirian Tiang Ayu merupakan rangkaian awal. Setelah Tiang Ayu didirikan, rangkaian Erau memasuki tahapan inti yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah ritual adat.

“Kalau yang merangin itu kan bukan inti, tetapi yang begitu pendirian tiang ayu itu pekerjaan sudah memasuki pekerjaan inti yang nantinya akan dilaksanakan tepung tawar atau bepelas raja atau pesta nanti malam,” jelasnya.

Sartin mengatakan, Tiang Ayu akan tetap berdiri selama tujuh hari tujuh malam. Keberadaannya memiliki makna simbolis sebagai pohon kehidupan.

“Jadi berdiri selama tujuh hari. Tujuh hari, tujuh malam. Nah, tiang ayu ini sebenarnya memaknai bahwa Ayu ini adalah pohon kehidupan,” katanya.

Dalam bahasa ritual, lanjut Sartin, pohon kehidupan tersebut disebut Pinang Ayu. Tiang Ayu juga menjadi simbol atau representasi dari keseluruhan pekerjaan adat yang sedang berlangsung.

“Kalau dalam bahasa ritual adalah pinang ayu. Tiang Ayu itu merupakan suatu apa namanya, sebagai simbol atau roh daripada pekerjaan ini sendiri,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dalam pemaknaan ritual, keberadaan Tiang Ayu juga berkaitan dengan simbol Sultan selama pelaksanaan Erau. Karena itu, Tiang Ayu harus dijaga selama rangkaian adat berlangsung.

“Jadi roh Sultan itu ada di Tiang Ayu itu selama acara ini. Namanya Tiang Ayu itu harus dijaga,” ujarnya.

Penjagaan tersebut, kata Sartin, menjadi bagian dari upaya menjaga simbol Sultan yang dipercaya berada dalam Tiang Ayu selama prosesi Erau.

“Misalnya takut ada orang yang iri, mau berbuat macam-macam. Ya itu yang kita jaga. Itu merupakan simbol dari Sultan, kalau Sultan itu ada di situ,” katanya.

Setelah pendirian Tiang Ayu, rangkaian Erau 2026 akan dilanjutkan dengan berbagai ritual adat. Di antaranya Bepelas, yakni ritual pembersihan diri Sultan di atas pusaka Gajah Balun yang dilaksanakan setiap malam selama Erau berlangsung.

Selain itu, terdapat ritual Belimbur berupa mandi bersama secara massal di tepi Sungai Mahakam yang menjadi salah satu puncak rangkaian Erau. Ritual tersebut dimaknai sebagai upaya menyucikan diri dari pengaruh buruk.

Rangkaian adat Erau juga mencakup prosesi Merebahkan Ayu yang menjadi bagian dari penutup rangkaian ritual.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pendirian Tiang Ayu menjadi penanda dimulainya Erau Adat 2026.

“Hari ini kita melaksanakan prosesi mendirikan tiang ayu. Ini merupakan penanda bahwa Erau sudah kita mulai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian Erau 2026 dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Aulia juga meminta dukungan seluruh pihak untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kita berharap semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada kendala atau apa pun. Dan kami mohon dukungan dari seluruh pihak untuk menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya. (Adv)