Sekolah Kembali Tatap Muka, Pemkot Samarinda Tetap Minta Warga Waspadai Kualitas Udara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi siswa-siswi berangkat ke sekolah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi siswa-siswi berangkat ke sekolah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sekolah Kembali Tatap Muka, Pemkot Samarinda Tetap Minta Warga Waspadai Kualitas Udara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi siswa-siswi berangkat ke sekolah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi siswa-siswi berangkat ke sekolah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sekolah Kembali Tatap Muka, Pemkot Samarinda Tetap Minta Warga Waspadai Kualitas Udara

Ilustrasi siswa-siswi berangkat ke sekolah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA - Aktivitas pembelajaran tatap muka di Kota Samarinda kembali dimulai Senin (21/9/2026) setelah tiga hari menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kembalinya siswa ke sekolah dilakukan setelah hasil evaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan adanya perbaikan kualitas udara. 

Namun, kondisi udara masih terbilang fluktuatif sehingga kewaspadaan tetap diminta, terutama terhadap paparan asap pada waktu tertentu.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dalam rapat koordinasi pada Minggu (20/9/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Samarinda tercatat 28 atau masuk kategori baik.

Atas perkembangan tersebut, Pemkot Samarinda akhirnya memutuskan pelaksanaan PJJ yang berlangsung pada 17–19 September 2026 telah berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka di seluruh satuan pendidikan.

Meski demikian, Neneng meminta sekolah tetap memantau kondisi udara di lingkungan masing-masing. Guru dan tenaga pendidik juga diminta memperhatikan kondisi peserta didik serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara kembali memburuk.

“Masker tetap digunakan. Aktivitas di luar ruangan dikurangi,” kata Neneng.

Berdasarkan data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup pada Senin (21/9/2026) pukul 08.00 WITA, kualitas udara di Kota Samarinda yang dipantau dari Taman Segiri, Jalan Harmonika, Kelurahan Dadi Mulya, berada pada kategori baik dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 27 mikrogram per meter kubik.

Sementara berdasarkan data AQI, kualitas udara Samarinda berada pada kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 70 mikrogram per meter kubik.

Kondisi berbeda terlihat dari hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto BMKG Kota Samarinda. Data pada Minggu (20/9/2026) pukul 09.00 WITA hingga Senin (21/9/2026) pukul 08.00 WITA menunjukkan kualitas udara masih fluktuatif, mulai dari kategori sedang hingga berbahaya.

Kualitas udara cenderung memburuk pada dini hari dan berangsur menurun menuju kategori sedang pada siang hingga sore hari.

Karena itu, Neneng mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meski aktivitas sekolah telah kembali normal. Penggunaan alat pelindung diri seperti masker tetap dianjurkan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Pemkot Samarinda juga terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla sebagai bahan evaluasi. Jika kualitas udara kembali memburuk, keselamatan peserta didik akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran.

"Pemkot Samarinda terus mengawasi kondisi udara dan perkembangan karhutla," pungkasnya.